Indramayu –
Sebanyak 45 jemaah umrah asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat akhirnya kembali ke Indonesia dalam kondisi selamat setelah sebelumnya sempat muncul kabar mereka tertahan di Arab Saudi akibat memanasnya situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Rombongan yang diberangkatkan oleh Arofah Amanah Travel tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, para jemaah melanjutkan perjalanan darat menuju Indramayu dan tiba di daerah asal sekitar pukul 17.30 WIB.
Direktur Arofah Amanah Travel Iroh Rohayani memastikan seluruh anggota rombongan pulang dalam keadaan baik tanpa kendala berarti selama menjalankan ibadah maupun saat perjalanan kembali ke Indonesia.
“Alhamdulillah semua jemaah berjumlah 45 orang sudah kembali dengan selamat. Mereka tiba di bandara sekitar pukul 12 siang dan sampai di Indramayu sekitar setengah enam sore,” ujar Iroh saat dikonfirmasi pada Kamis malam.
Menurutnya, kepulangan rombongan ini sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai adanya jemaah yang tertahan di Arab Saudi. Ia menjelaskan, kabar tersebut merupakan informasi lama yang belum diperbarui saat kondisi ruang udara di kawasan Timur Tengah masih belum stabil pada 4 Maret 2026.
Pada malam harinya, pihak travel menerima pemberitahuan terbaru bahwa jalur penerbangan telah dinyatakan aman sehingga jemaah dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Iroh menjelaskan, rombongan jemaah tersebut berangkat dari Indonesia pada 22 Februari 2026. Berdasarkan jadwal perjalanan, kepulangan mereka memang telah direncanakan pada 5 Maret 2026 sehingga tidak terjadi keterlambatan.
Di tengah meningkatnya tensi konflik saat itu, pihak travel juga sempat menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi penerbangan belum memungkinkan.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menunda kepulangan dan memperpanjang masa tinggal jemaah di hotel demi menghindari potensi risiko perjalanan udara.
“Kalau situasi tidak memungkinkan, kami lebih memilih menunda penerbangan dan menempatkan jemaah kembali di hotel daripada memaksakan pulang. Keselamatan tentu menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Namun demikian, setelah kondisi jalur udara kembali dinyatakan aman, proses kepulangan dapat berlangsung normal sesuai jadwal.
Selama situasi yang sempat menimbulkan kekhawatiran tersebut, pihak travel juga berupaya menjaga ketenangan para jemaah dengan komunikasi intensif serta pendekatan kekeluargaan.
Koordinasi juga dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), guna memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.
“Komunikasi terus kami lakukan, baik dengan jemaah maupun dengan otoritas seperti KBRI. Alhamdulillah kondisi di sana tidak sampai mengganggu jalannya ibadah jemaah kami,” katanya.
Sementara itu, terkait agenda keberangkatan umrah berikutnya, pihak travel memastikan tidak ada perubahan jadwal. Dalam waktu dekat, Arofah Amanah Travel dijadwalkan memberangkatkan dua rombongan jemaah umrah pada 28 Maret dan 31 Maret 2026 dengan menggunakan maskapai Saudi Airlines dan Emirates.
“Insyaallah semuanya tetap berjalan sesuai rencana. Jadwal sudah disiapkan dan kami berharap seluruh prosesnya kembali berjalan lancar,” pungkas Iroh.





