Persib Bandung kini telah memasuki usia 107 tahun. Terlepas dari polemik yang ada, klub berjuluk Maung Bandung tersebut sepakat mengubah hari jadinya dari 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919.
Perubahan hari jadi Persib diresmikan pada Desember 2023. Meski sempat menuai penolakan, keputusan tersebut tetap dijalankan walaupun sebagian kalangan masih meyakini 14 Maret 1933 sebagai tanggal yang sakral.
Sejak lama, banyak pihak sepakat bahwa Persib lahir dari peleburan dua klub sepak bola pribumi, yakni Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) dan National Voetbal Bond (NVB). Berangkat dari akar sejarah ini, 14 Maret 1933 sempat diyakini sebagai titik awal berdirinya Maung Bandung.
Namun, keraguan muncul terkait validitas 14 Maret 1933. Logikanya, Persib seharusnya lahir sebelum induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI, terbentuk pada 1930. Persib merupakan satu dari tujuh klub pendiri PSSI. Bersama Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, PSM Madiun, PPSM Magelang, dan Persebaya Surabaya, Persib membidani lahirnya induk organisasi sepak bola tersebut pada era Hindia Belanda.
Guna menelusuri ulang sejarah, Persib menggandeng akademisi dan sejarawan dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Meski sempat ditentang Bobotoh, manajemen akhirnya resmi menetapkan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi klub.
Terlepas dari polemik tersebut, Persib adalah klub dengan sejarah panjang. Pada tahun-tahun awal kompetisi, Persib langsung menjadi tim yang disegani dengan menyabet gelar runner-up di Kompetisi Perserikatan. Persib baru meraih gelar juara pertama pada 1937 saat kompetisi digelar di Solo. Setelah itu, performa tim cenderung fluktuatif hingga mengalami puasa gelar selama 24 tahun, sebelum akhirnya kembali juara pada 1961.
Keberhasilan itu membawa Persib mewakili Indonesia di turnamen Piala Aga Khan, Pakistan, pada 1962. Dominasi berlanjut pada 1986 saat Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan usai menumbangkan Perseman Manokwari di final, sekaligus mengawinkan gelar dengan Piala Sultan Hassanal Bolkiah.
Tinta emas kembali ditorehkan pada 1989 dan 1993. Tahun 1993 menjadi catatan spesial karena merupakan edisi terakhir Kompetisi Perserikatan sebelum bertransformasi menjadi Liga Indonesia pada musim 1994/1995. Persib sukses merengkuh trofi Liga Indonesia edisi pertama. Namun, setelah itu tim harus menunggu 19 tahun untuk kembali naik ke podium juara pada musim 2014.
Kala itu, Persib menundukkan Persipura Jayapura di partai final melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang. Kesuksesan berlanjut dengan raihan gelar Piala Presiden 2015. Setelah satu dekade puasa gelar, Persib akhirnya menjuarai Liga 1 musim 2023/2024. Prestasi membanggakan kembali terukir saat Maung Bandung meraih gelar back-to-back pada musim 2024/2025.
Pada musim yang berganti nama menjadi Super League 2025/2026, Persib masih menjadi kandidat kuat juara. Hingga pekan ke-15, Persib bertengger di peringkat ke-4 dan berpeluang menyegel puncak klasemen jika menang melawan Persik Kediri, Senin (5 Januari 2026).
Selain di Super League, Persib tengah menunjukkan tren positif di AFC Champions League Two. Musim ini, Persib tampil konsisten di level Asia. Maung Bandung dipastikan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup G dan dijadwalkan menghadapi Ratchaburi FC pada fase gugur, 11 Februari 2026.
Terlepas dari polemik tersebut, Persib adalah klub dengan sejarah panjang. Pada tahun-tahun awal kompetisi, Persib langsung menjadi tim yang disegani dengan menyabet gelar runner-up di Kompetisi Perserikatan. Persib baru meraih gelar juara pertama pada 1937 saat kompetisi digelar di Solo. Setelah itu, performa tim cenderung fluktuatif hingga mengalami puasa gelar selama 24 tahun, sebelum akhirnya kembali juara pada 1961.
Keberhasilan itu membawa Persib mewakili Indonesia di turnamen Piala Aga Khan, Pakistan, pada 1962. Dominasi berlanjut pada 1986 saat Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan usai menumbangkan Perseman Manokwari di final, sekaligus mengawinkan gelar dengan Piala Sultan Hassanal Bolkiah.
Tinta emas kembali ditorehkan pada 1989 dan 1993. Tahun 1993 menjadi catatan spesial karena merupakan edisi terakhir Kompetisi Perserikatan sebelum bertransformasi menjadi Liga Indonesia pada musim 1994/1995. Persib sukses merengkuh trofi Liga Indonesia edisi pertama. Namun, setelah itu tim harus menunggu 19 tahun untuk kembali naik ke podium juara pada musim 2014.
Kala itu, Persib menundukkan Persipura Jayapura di partai final melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang. Kesuksesan berlanjut dengan raihan gelar Piala Presiden 2015. Setelah satu dekade puasa gelar, Persib akhirnya menjuarai Liga 1 musim 2023/2024. Prestasi membanggakan kembali terukir saat Maung Bandung meraih gelar back-to-back pada musim 2024/2025.
Pada musim yang berganti nama menjadi Super League 2025/2026, Persib masih menjadi kandidat kuat juara. Hingga pekan ke-15, Persib bertengger di peringkat ke-4 dan berpeluang menyegel puncak klasemen jika menang melawan Persik Kediri, Senin (5 Januari 2026).
Selain di Super League, Persib tengah menunjukkan tren positif di AFC Champions League Two. Musim ini, Persib tampil konsisten di level Asia. Maung Bandung dipastikan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup G dan dijadwalkan menghadapi Ratchaburi FC pada fase gugur, 11 Februari 2026.
