Gagasan Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terus dimatangkan. Kabupaten Purwakarta dipastikan menjadi lokasi pertama berdirinya sekolah tersebut, sekaligus menjadi proyek percontohan.
Sekolah Maung dirancang sebagai sekolah menengah dengan enam jurusan, yakni teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan. Keenam jurusan itu akan berada dalam satu kawasan pendidikan terpadu yang ditopang fasilitas lengkap.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menjelaskan, proses awal pembangunan Sekolah Maung di Purwakarta telah dimulai dengan rampungnya pengalihan aset lahan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi.
“Proses hibah lahannya kan baru kita terima, kemarin sekitar 2 minggu yang lalu sudah kita terima. Jadi pengalihan aset dari Kabupaten Purwakarta ke Provinsi Jawa Barat dan sekarang sedang kita jajaki karena pemanfaatan lahan di situ kan luas, ada 9 hektar,” ujar Purwanto, Rabu (21/1/2026).
Lahan seluas 9 hektare tersebut dinilai sangat siap untuk dikembangkan menjadi kawasan pendidikan unggulan. Bahkan, sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia dan tinggal dioptimalkan.
“Kita sedang identifikasi bangunan-bangunan mana yang bisa kita manfaatkan. Ini lagi terus dikaji, karena kan fasilitasnya di situ sudah sangat menunjang. Ada lapang, lapangannya sudah bagus, ada masjid, ada diorama, kalau jurusan pertanian di situ sudah ada tempat praktiknya, sudah ada greenhouse dan lain sebagainya,” jelasnya.
Purwanto menegaskan bahwa lokasi tersebut memang berada di Kabupaten Purwakarta dan sesuai dengan arahan langsung Gubernur Jawa Barat. “Yang sesuai dengan arahan Pak Gubernur kemarin itu yang di situ (Purwakarta) akan kita jadikan sekolah,” katanya.
Meski Purwakarta menjadi titik awal, Sekolah Maung tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan di wilayah lain di Jawa Barat. Konsepnya bisa berupa sekolah baru maupun peningkatan kualitas sekolah yang sudah ada.
“Kita akan lihat nanti kemungkinan-kemungkinan yang sangat memungkinkan. Kemarin saya juga ke Cisarua di situ ada lahan yang bagus gitu kan ya, sekolahnya luas gitu,” ungkap Purwanto.
“Terus mungkin nanti kita lihat kabupaten-kabupaten lain yang potensi untuk bisa dikembangkan,” sambungnya.
Terkait bentuk sekolah, Purwanto menyebut Sekolah Maung pada prinsipnya merupakan sekolah baru. Namun, tidak menutup kemungkinan ada sekolah eksisting yang ditingkatkan status dan kualitasnya.
“Itu sekolah sekolah baru. Nanti sifatnya bisa sekolah baru. Kalau pandangan saya, nanti sifatnya bisa ada sekolah baru seperti yang akan dibangun itu atau sekolah yang sudah ada kita upgrade, misalnya SMA mana kita upgrade yang memungkinkan dari sisi kajian nanti,” terangnya.
Untuk sasaran peserta didik, Sekolah Maung dirancang menjaring siswa-siswa potensial dari berbagai daerah di Jawa Barat, khususnya yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.
“Kalau Pak Gubernur kemarin menginginkan kayak untuk anak-anak yang bisa diseleksi olahraga itu bisa dari berbagai macam daerah. Atau yang siswa di situ nanti bisa kerja sama dengan Kabupaten Kota untuk menyeleksi siswa-siswa berprestasi yang bisa dititipkan di situ,” jelas Purwanto.
Salah satu fokus utama Sekolah Maung adalah pengembangan jurusan olahraga, khususnya sepak bola. Hal ini sejalan dengan keinginan Gubernur Jawa Barat untuk melahirkan kembali atlet-atlet berprestasi dari daerah.
“Itu Pak Gubernur kan punya keinginan ada kelas olahraga khususnya sepak bola. Karena di situ dulu cikal bakal pemain-pemain nasional itu lahir dulu tuh,” kata Purwanto.
Ia menyinggung sejarah Purwakarta sebagai salah satu daerah yang pernah melahirkan talenta sepak bola nasional. “Ada Fajar Faturrahman dulu dari situ, di Purwakarta itu. Terus ada beberapa pemain Persijap sekarang yang di Liga 1 juga berasal dari situ, dulu dari lapangan itu latihannya,” ungkapnya.
Enam jurusan unggulan tersebut akan terintegrasi dalam satu sekolah dengan dukungan fasilitas praktik yang memadai. “Udah support itu fasilitasnya kayak lahan pertanian, itu udah support. Ada diorama pertanian. Kita secara bertahap akan kita apa kita penuhi kebutuhan-kebutuhan,” kata Purwanto.
Purwanto menyebut, Sekolah Maung di Purwakarta ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027. “(Dimulai) Tahun ajaran baru 2026/2027,” pungkasnya.







