Di balik sesaknya arus di Jalan Cikutra, Bandung, terbentang sebuah ruang yang menyimpan kisah pengorbanan bangsa.
Dibangun sebagai tempat peristirahatan terakhir para pahlawan Indonesia, Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Bukan hanya sebagai area pemakaman, TMP Cikutra menjadi salah satu tempat wisata religi dan arsip terbuka tentang sejarah perjuangan Indonesia. Banyak tokoh tersohor yang dimakamkan di sana.
Pada tahun 1958, TMP Cikutra mulai dibangun karena adanya kebutuhan mendesak akan ruang pemakaman yang layak bagi para pejuang bangsa, khususnya dari kalangan militer.
Bukan hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir, pendirian TMP Cikutra menjadi simbol penghormatan negara atas jasa para pejuang yang gugur demi kemerdekaan Indonesia.
TMP Cikutra dibangun dengan dua tugu yang menjulang tinggi di bagian depan area makam sebagai penanda dan ciri khas utama kawasan ini.
Di dalam kompleks pemakaman terdapat tugu yang memuat daftar nama pahlawan yang dimakamkan. Selain itu, berdiri pula monumen bertuliskan “Esa Hilang Dua Terbilang” yang merupakan simbol filosofis yang merepresentasikan perjuangan atau kegigihan untuk sampai ke tujuan.
TMP Cikutra ternyata memiliki sejarah administratif yang panjang. Mulanya, lahan seluas 13.670 meter persegi yang digunakan sebagai TMP itu merupakan tanah milik perorangan atas nama Odje.
Karena adanya kebutuhan yang mendesak akan fasilitas pemakaman kehormatan bagi para pejuang, Pemerintah Kota Bandung akhirnya menggunakan tanah tersebut untuk membangun Taman Makam Pahlawan.
Upaya penyelesaian status kepemilikan tanah dilakukan dengan mekanisme tukar tanah. Saat itu Pemkot Bandung menjanjikan pergantian tanah kepada Odje.
Hal ini didukung dengan adanya Surat Keputusan DPRDS Kota Besar Bandung tertanggal 28 Juli 1952 Nomor 10450/52 tentang pergantian hak milik atas tanah yang digunakan oleh Kota Besar Bandung untuk Taman Makam Pahlawan.
Keputusan tersebut kemudian ditegaskan kembali melalui Surat Keputusan Wali Kota Bandung tertanggal 28 Februari 1973 Nomor 3838/73.
Dalam surat tersebut, Wali Kota Bandung memutuskan untuk melepaskan hak atas tanah seluas 11.730 meter persegi milik Pemerintah Kotamadya Bandung yang berada di Jalan Taman Pahlawan, Kecamatan Cibeunying, kepada Odje sebagai bentuk pertukaran atas tanah miliknya yang telah digunakan untuk TMP Cikutra.
Hingga saat ini, TMP Cikutra masih menjadi salah satu kompleks makam pahlawan yang paling dikenal di Bandung. Kawasan ini seringkali dijadikan lokasi ziarah dan refleksi tahunan, terutama pada momentum hari-hari besar nasional.
Sebagian besar yang dimakamkan di TMP Cikutra merupakan pejuang yang berasal dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya tokoh-tokoh yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dan operasi militer setelahnya.
Selain itu, kompleks ini juga menampung veteran perang, anggota laskar rakyat, dan tokoh tertentu yang dinilai berjasa bagi negara. Berikut beberapa tokoh besar yang dimakamkan di TMP Cikutra:
1. Ernest Douwes Dekker
2. Abdul Muis
3. Raden Mas Soeparman
4. Letjen TNI Raden Kimawan Soetanto
5. Mayjen TNI Prod. Dr. Moestopo
Latar Belakang Pendirian TMP Cikutra
Hasil Tukar Tanah
Siapa yang Bisa Dimakamkan di TMP Cikutra?
Upaya penyelesaian status kepemilikan tanah dilakukan dengan mekanisme tukar tanah. Saat itu Pemkot Bandung menjanjikan pergantian tanah kepada Odje.
Hal ini didukung dengan adanya Surat Keputusan DPRDS Kota Besar Bandung tertanggal 28 Juli 1952 Nomor 10450/52 tentang pergantian hak milik atas tanah yang digunakan oleh Kota Besar Bandung untuk Taman Makam Pahlawan.
Keputusan tersebut kemudian ditegaskan kembali melalui Surat Keputusan Wali Kota Bandung tertanggal 28 Februari 1973 Nomor 3838/73.
Dalam surat tersebut, Wali Kota Bandung memutuskan untuk melepaskan hak atas tanah seluas 11.730 meter persegi milik Pemerintah Kotamadya Bandung yang berada di Jalan Taman Pahlawan, Kecamatan Cibeunying, kepada Odje sebagai bentuk pertukaran atas tanah miliknya yang telah digunakan untuk TMP Cikutra.
Hingga saat ini, TMP Cikutra masih menjadi salah satu kompleks makam pahlawan yang paling dikenal di Bandung. Kawasan ini seringkali dijadikan lokasi ziarah dan refleksi tahunan, terutama pada momentum hari-hari besar nasional.
Sebagian besar yang dimakamkan di TMP Cikutra merupakan pejuang yang berasal dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya tokoh-tokoh yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dan operasi militer setelahnya.
Selain itu, kompleks ini juga menampung veteran perang, anggota laskar rakyat, dan tokoh tertentu yang dinilai berjasa bagi negara. Berikut beberapa tokoh besar yang dimakamkan di TMP Cikutra:
1. Ernest Douwes Dekker
2. Abdul Muis
3. Raden Mas Soeparman
4. Letjen TNI Raden Kimawan Soetanto
5. Mayjen TNI Prod. Dr. Moestopo







