Suasana atrium di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung berubah menjadi lautan warna-warni pada akhir pekan ini. Bukan tanpa sebab, tim Barongsai Long Qing Indonesia sukses mencetak rekor dengan menampilkan 15 Barongsai Lantai secara bersamaan dalam satu area pertunjukan yang diadakan di Mal Festival Citylink Bandung.
Ganjar Firdaus, Wakil Ketua FOBI (Federasi Olahraga Barongsai Indonesia) Kota Bandung sekaligus pelatih Long Qing, mengungkapkan bahwa atraksi ini adalah yang pertama kalinya terjadi di dalam pusat perbelanjaan di Kota Bandung.
“Ini pertama kali dalam sejarah, satu mall tampil sekaligus 15 barongsai. Pihak mall awalnya bahkan meminta 22 barongsai untuk membuat gebrakan, namun kami menyanggupi 15 barongsai untuk menjaga kualitas penampilan,” ujar Ganjar saat ditemui infoJabar, Minggu (18/01).
Menampilkan 15 barongsai berarti mengoordinasikan 30 atlet dan 15 pemusik di ruang yang terbatas. Menurut Ganjar, tantangan terberat bukan pada teknik dasar, melainkan membangun keterpaduan massal di antara para pemain agar tidak saling bertabrakan.
“Tantangannya adalah chemistry antara pemain depan dan belakang di tengah keramaian. Apalagi penilaian terbesar barongsai ada pada ekspresinya,” tambahnya.
Untuk menyiasati area, tim Long Qing membagi formasi dengan menempatkan lima barongsai di setiap lantai mall.
Atraksi 15 barongsai lantai ini sukses memukau pengunjung. Rika, pengunjung yang rutin menonton acara tahunan ini, mengaku terkesan dengan skala pertunjukan tahun ini yang berbeda dari biasanya.
“Tahun lalu juga ada atraksi barongsai, tapi tahun ini beda karena jumlah barongsainya jauh lebih banyak. Seru banget, anak-anak juga happy,” ungkap Rika.
Di balik kemeriahan tersebut, Ganjar juga memberikan edukasi mengenai pergeseran makna Barongsai. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, Barongsai dimaknai sebagai hewan pembawa keberuntungan dan sarana tolak bala.
Namun di Indonesia, seni ini telah berkembang menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan hingga tingkat Kejuaraan Nasional.
“Dulu sangat kental dengan ritual. Namun saat ini fungsinya menyesuaikan permintaan, bisa murni sebagai hiburan. Tapi jika ada klien yang meminta ritual khusus, kami tetap melayaninya karena kami mempelajarinya,” tutur Ganjar.
Kesuksesan Long Qing tidak hanya pada acara hari ini, tetapi juga pada proses regenerasi.
“Regenerasi alhamdulillah banyak peminat, mulai dari anak-anak. Kami buka pendaftaran gratis untuk siapa saja yang mau belajar, info lengkapnya ada di Instagram @longqingindonesia,” pungkas Ganjar.
Menjelang Imlek 2026, Long Qing sendiri telah kebanjiran pesanan. Mereka dijadwalkan tampil di 8 mall besar dan beberapa hotel, dengan total 12 titik pertunjukan tepat pada hari perayaan Imlek nanti.







