Sederet Fakta Pensiunan Guru Tertabrak Motor hingga Gegar Otak

Posted on

Nasib malang menimpa Sofiyani (62). Pensiunan guru asal Antapani, Kota Bandung, itu kini terbaring di rumah sakit setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Terusan Jakarta, tepatnya di kawasan Puri Dago, Sabtu (10/1) lalu.

Berikut empat fakta terkait kejadian tersebut:

Langkah Sofiyani pagi itu untuk membelikan makanan bagi sang ibu terhenti. Saat hendak menyeberang, sebuah sepeda motor melaju kencang dan menghantam tubuhnya hingga terpental ke aspal.

Sesaat setelah kejadian, pengendara motor tersebut sempat menunjukkan gelagat bertanggung jawab dengan membawa Sofiyani ke Puskesmas Griya Antapani. Namun, itu hanya sandiwara. Usai mengantar korban, pria misterius tersebut langsung menghilang dan meninggalkan Sofiyani yang dalam kondisi kritis.

Dampak kecelakaan tersebut sangat fatal. Sofiyani didiagnosis mengalami gegar otak hebat sehingga harus segera dirujuk ke RSUD Kota Bandung untuk menjalani operasi.

Kasus ini tengah diusut Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung. Polisi bergerak cepat mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi di lokasi kejadian.

“Kami memeriksa CCTV di sepanjang jalan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana, Kamis (22/1).

Fiekry menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. “Saat ini masih dalam proses lidik,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran awal, Fiekry menyebut ada dugaan keterlibatan kendaraan lain sebelum sepeda motor menghantam korban.

“Dugaan awal, korban lebih dulu terserempet mobil Suzuki. Namun hal ini harus ditelusuri lagi; setelah terserempet, korban kemudian tertabrak sepeda motor,” ungkapnya.

Fiekry membenarkan kondisi Sofiyani cukup memprihatinkan akibat cedera kepala yang dialaminya. Terkait sosok pelaku, polisi mengaku telah mengantongi ciri-ciri fisik pengendara motor yang sempat mengantar korban ke puskesmas tersebut.

“Pengendara motor wajahnya terlihat jelas, namun pelat nomornya belum diketahui. Kami sedang menyusuri CCTV untuk mengidentifikasi pelat nomor tersebut,” pungkasnya.

1. Hendak Membeli Sarapan

2. Alami Gegar Otak Hebat

3. Kasus Masih dalam Penyelidikan

4. Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Dampak kecelakaan tersebut sangat fatal. Sofiyani didiagnosis mengalami gegar otak hebat sehingga harus segera dirujuk ke RSUD Kota Bandung untuk menjalani operasi.

Kasus ini tengah diusut Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung. Polisi bergerak cepat mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi di lokasi kejadian.

“Kami memeriksa CCTV di sepanjang jalan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana, Kamis (22/1).

Fiekry menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. “Saat ini masih dalam proses lidik,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran awal, Fiekry menyebut ada dugaan keterlibatan kendaraan lain sebelum sepeda motor menghantam korban.

“Dugaan awal, korban lebih dulu terserempet mobil Suzuki. Namun hal ini harus ditelusuri lagi; setelah terserempet, korban kemudian tertabrak sepeda motor,” ungkapnya.

Fiekry membenarkan kondisi Sofiyani cukup memprihatinkan akibat cedera kepala yang dialaminya. Terkait sosok pelaku, polisi mengaku telah mengantongi ciri-ciri fisik pengendara motor yang sempat mengantar korban ke puskesmas tersebut.

“Pengendara motor wajahnya terlihat jelas, namun pelat nomornya belum diketahui. Kami sedang menyusuri CCTV untuk mengidentifikasi pelat nomor tersebut,” pungkasnya.

2. Alami Gegar Otak Hebat

3. Kasus Masih dalam Penyelidikan

4. Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku