Kuningan –
Di Kabupaten Kuningan terdapat sebuah objek wisata yang bermula dari tempat isolasi pasien terinfeksi COVID-19. Namanya Objek Wisata Alam Sawah Lope yang berlokasi di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Pengelola Objek Wisata Sawah Lope, Daeng Ali memaparkan bahwa ide untuk membuat wisata Sawah Lope memang bermula ketika COVID-19 melanda Desa Cikaso sekitar awal 2020. Kala itu, ada 11 warga desa yang terpapar. Karena takut menyebarkan wabah ke desa lain, Cikaso menjadi desa pertama di Kuningan yang dikarantina dengan penjagaan ketat.
“Tahun 2020 awal ketika COVID 19 pertama kali menyebar. Desa Cikaso merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Kuningan yang mengalami lockdown dan dikarantina. Jadi di jalan masuk desa ada TNI, POLRI, Dinas Kesehatan. Benar-benar dijaga, tidak bisa masuk dan keluar,” tutur Daeng.
Selain diharuskan melakukan isolasi mandiri, warga desa, baik yang terpapar COVID-19 maupun tidak juga diwajibkan berjemur setiap hari di area pertanian desa yang memiliki panorama Gunung Ciremai. Saat itu, foto warga yang tengah berjemur di tengah sawah Desa Cikaso dengan latar Gunung Ciremai viral di media sosial.
“Karena disarankan untuk semua warga untuk berjemur. Nah di sini itu tempat berjemurnya warga desa Cikaso, karena banyak yang posting ditambah media sosial lagi ramai. Jadi viral orang lihat Gunung Ciremai jelas banget, apalagi pas itu, ada foto orang sedang mencuci kaki dengan suasana indah. Itu bagus banget,” tutur Daeng.
Suasana objek wisata Sawah Lope Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/ |
Karena respons positif di media sosial serta potensi yang menjanjikan, akhirnya dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang beranggotakan 12 warga desa. Tugas mereka adalah memetakan potensi wisata di Desa Cikaso.
Daeng memaparkan, dalam prosesnya, pembangunan wisata dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan membangun gazebo, area permainan, kolam renang, serta kolam pemancingan. Untuk mencegah kerusakan lahan pertanian, fasilitas wisata hanya dibangun di area yang tidak produktif.
“Pembangunan bertahap. Karena di sini kan lahan produktif. Untuk fasilitas kita baru bisa bangun di lahan yang kurang produktif yakni lahan yang tanahnya memiliki banyak batuan yang tidak cocok untuk pertanian. Makanya diperbolehkan. Namanya Sawah Lope yang artinya Lokasi Pertanian dan perluasanya nggak boleh merusak pertanian,” tutur Daeng.
Lewati Fase Terberat
Menurut Daeng, salah satu fase terberat dalam mengelola Sawah Lope adalah saat awal berdiri. Kala itu, sempat terjadi penolakan dari masyarakat karena khawatir menjadi sarana penyebaran COVID-19. Ditambah lagi, saat itu dana desa terbatas karena dialokasikan untuk penanganan pandemi.
“Awal-awal sangat berat, pas itu dilarang untuk berkumpul. Sempat mengalami penolakan juga dari warga, katanya takut nanti banyak orang yang dari luar datang bawa penyakit ke desa. Karena dana desa semuanya dialokasikan ke COVID. Jadi kita dari pengurus itu patungan dulu untuk beli gazebo, setelah itu disewakan, ketika dapat untung baru beli lagi,” tutur Daeng.
Suasana objek wisata Sawah Lope Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/ |
Kini, Objek Wisata Sawah Lope telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti restoran, gazebo besar, pendopo, kolam renang anak, trampolin, terapi ikan, mandi bola, hingga kolam pemancingan. Saat ramai, kunjungan dalam sehari bisa mencapai 500 orang dengan harga tiket masuk Rp 10.000.
Daeng memaparkan, banyak dampak positif sejak kehadiran objek wisata Sawah Lope, seperti penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya UMKM, hingga peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Dampaknya jadi ada pemberdayaan masyarakat. Kita ada 15 orang yang terserap jadi tenaga kerja. UMKM juga kebanyakan dari ibu-ibu desa dengan total ada sekitar 30 UMKM. Sebagai badan usaha milik desa (BUMDes), di tahun kemarin kita bisa setor PAD sebesar Rp 29 juta lebih,” tutur Daeng.
Di tengah persaingan tempat wisata, ke depan, Sawah Lope akan terus berinovasi agar dapat lebih banyak menarik minat pengunjung.
“Setiap tiga bulan coba kita akan terus melakukan inovasi dari mulai penambahan fasilitas seperti spot foto, kolam renang, acara dan lain sebagainya. Sengaja pertiga bulan agar pengunjung merasa selalu ada yang baru,” pungkas Daeng.









