Kuningan –
Pagi yang tenang di Jalan Liang Panas, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan mendadak berubah menjadi ketegangan bagi Bahrudin (57). Niat hati ingin memberi makan ayam-ayam peliharaannya, pria paruh baya ini justru berhadapan dengan predator mematikan yang tengah meringkuk di dalam kandang kayu miliknya.
Seekor ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) berukuran jumbo ditemukan menyelinap ke permukiman warga pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Tak tanggung-tanggung, reptil tersebut memiliki bobot mencapai 15 kilogram dengan panjang membentang hingga 3 meter.
Kehadiran tamu tak diundang itu pertama kali diketahui saat Bahrudin membuka pintu kandang. Alih-alih disambut riuh suara ayam, ia justru mendapati pemandangan mengerikan berupa seekor ular sanca besar yang tengah tergeletak diam dan kekenyangan setelah memangsa salah satu ternak miliknya.
Melihat pemandangan tersebut, sontak rasa panik menyergap Bahrudin. Tanpa pikir panjang, ia segera menjauh dan merogoh ponselnya untuk menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kuningan guna meminta pertolongan.
“Ketika mau memberi makan ayam peliharaannya, Bahrudin melihat ada seekor ular jenis Sanca Kembang yang berukuran besar di dalam kandang ayam. Karena merasa panik, Bahrudin langsung menghubungi call center Kkantor UPT Pemadam Kebakaran Kuningan meminta bantuan mengevakuasi ular tersebut,” tutur Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, Selasa (10/3/2026).
Merespons laporan darurat tersebut, Damkar Kuningan menerjunkan empat personel ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular sanca masih berada di posisi semula. Kondisinya tampak lemas dan tidak agresif, diduga akibat proses pencernaan setelah menelan bulat-bulat satu ekor ayam milik warga.
Arga menjelaskan, meski ular tersebut memiliki ukuran yang panjang dan bobot yang berat, namun kondisi perut yang penuh makanan membuat proses evakuasi berjalan relatif aman. Ular itu tidak memberikan perlawanan berarti saat petugas mulai mengeluarkannya dari sela-sela kandang kayu.
Petugas dengan sigap menjepit bagian kepala dan memasukkan tubuh besar reptil tersebut ke dalam karung. Diduga kuat, ular ini merayap masuk dari area perkebunan rimbun yang lokasinya tak jauh dari kandang milik Bahrudin.
“Kondisi ular yang lemas karena telah memakan satu ekor ayam, membuat proses evakuasi menjadi lebih mudah karena ular tidak banyak bergerak dan melakukan perlawanan. Dievakuasi langsung oleh empat petugas piket dalam waktu sekitar 6 menit. Selesai pukul 08.35 WIB. Panjang ularnya 3 meter beratnya 15 kilogram,” tutur Arga.
Pasca-evakuasi, Damkar Kuningan mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi masuknya hewan liar ke area permukiman. Untuk mencegah hal tersebut, warga dapat menutup lubang yang berpotensi menjadi pintu masuk, selalu menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan wewangian yang tidak disukai ular.
Jika menemukan keberadaan ular atau hewan berbahaya lainnya, masyarakat diharapkan segera melapor ke pihak berwenang atau call center Damkar agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan tepat sasaran.







