Sampah yang Kemabli Hiasi Sungai Citarum Lama Bandung

Posted on

Kabupaten Bandung

Sampah kembali menyumbat aliran Sungai Citarum Lama di Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2026). Tumpukan limbah tersebut membuat aliran sungai tidak mengalir lancar.

Pantauan di lokasi, sungai tersebut dipenuhi berbagai jenis sampah. Di antaranya sampah plastik, styrofoam, kasur bekas, botol minuman, hingga potongan kayu.

Selain itu, terdapat tumbuhan rumput dan tanaman kangkung yang membuat sampah semakin tertahan. Saat melintas, bau tidak sedap pun tercium menyengat di sekitar lokasi.

Aliran sungai lama tersebut terhubung langsung ke Sungai Citarum Utama. Pada persambungan sungai, terlihat perbedaan warna air yang cukup kontras.

Sampah serupa sempat menumpuk di lokasi ini pada Jumat, 28 Februari 2025 lalu. Kala itu, pemerintah bersama relawan masyarakat telah melakukan pembersihan massal.

“Iya setelah tahun lalu dibersihkan, tidak berselang lama sampah kembali datang lagi lah ada dari sekitar 8 bulan yang lalu,” ujar warga sekitar, Kartiwa atau kerap disapa Pak Uto (62), saat ditemui di lokasi.

Uto menyebutkan, sampah tersebut merupakan kiriman dari Kota Bandung. Sampah mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum hingga akhirnya mengendap di sungai tersebut.

“Jadi sebelum ke sungai ini, di aliran sungai yang kecil itu dipasang beberapa jaring. Nah pas kejadian ada mobil nyemplung, jaringnga dibuka. Jadi sampahnya langsung ngalir ke sini dan di sini nya juga ada kangkung yang menghambat,” katanya.

Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, sampah yang menumpuk kerap memicu banjir hingga ke permukiman. Akibatnya, warga sering kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Ini pernah banjir kejadian di sini hampir 2 meteran lah di sini. Sampai ke atas sana rumah saya. Saya di atas juga sampai kebanjiran gitu,” jelasnya.

Uto mengungkapkan mayoritas sampah domestik warga sekitar telah dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Oxbow Mekar Rahayu. Namun, sampah berupa kain biasanya dibakar secara langsung oleh warga.

“Iya kalau warga mah ngangkut mah ya tiap hari ke sana ke pabrik (oxbow). Pabrik itu tapi yang diangkut ke situ bukan kain, kainnya suruh di bakar di sini gitu. Tah tapi setelah numpuk gini mah, warga di sini juga jadi ikut-ikutan buang di sini,” ungkapnya.

Menurutnya, warga sekitar tidak berani mengambil sampah di area sungai tersebut secara mandiri karena mengkhawatirkan dampak kesehatan.

“Kalau sudah gini bingung, warga juga ka berani ke sungai. Takut gatal-gatal dan airnya juga bau banget,” bebernya.

Ia menyebutkan panjang tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai mencapai lebih dari 300 meter, dengan lebar sungai diperkirakan sekitar 20 meter.

“Ini mah ke dalamannya bisa sampai 2 meter lebih. Makanya diangkutnya juga udah harus pakai alat berat aja biar cepat selesai. Makanya saya berharap bisa segera dibersihkan lah oleh pemerintah,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 2

Video Wajah Baru Jembatan Cijeruk Bandung Usai 2 Kali Ambruk