Sukabumi –
Macan tutul jawa jantan muda bernama Saka yang diselamatkan usai konflik dengan manusia pada awal Oktober 2025 dipastikan dalam kondisi sehat. Satwa dilindungi tersebut tetap menunjukkan sifat liar selama menjalani perawatan di Cikananga Wildlife Center, Kabupaten Sukabumi.
Staf Pusat Perawatan Satwa Cikananga, Meidi, memastikan kondisi Saka saat ini aman dan terpantau dengan baik di dalam kandang rehabilitasi.
“Macan tutulnya masih aman aja di kandangnya. Alhamdulillah sehat dan liar,” kata Meidi saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, pasca-penyelamatan, Saka sempat ditempatkan di kandang karnivora berukuran lebih kecil untuk keperluan pemeriksaan kesehatan serta pemantauan intensif oleh tim dokter hewan dan keeper. Setelah hasil tes menunjukkan negatif penyakit dan kondisinya stabil, Saka kemudian dipindahkan ke kandang rehabilitasi yang lebih luas.
“Saat ini perawatannya secara umum untuk memastikan perilaku alaminya tetap terjaga dengan baik, misalnya dengan pemberian pengayaan,” ujarnya.
Pemantauan terhadap Saka dilakukan setiap hari menggunakan kamera jebak (camera trap). Fokus pengawasan meliputi perilaku makan, respons terhadap enrichment, pola aktivitas, hingga reaksinya terhadap suara-suara yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Hal tersebut menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi sebelum diputuskan layak atau tidaknya satwa tersebut dilepasliarkan.
Meski begitu, Meidi menegaskan keputusan terkait pelepasliaran Saka bukan berada di tangan pihak Cikananga. “Kalau pelepasliarannya kami belum tahu, karena itu keputusannya ada di BBKSDA Jabar. Cikananga cuma bantu merawatnya saja,” katanya.
Selain proses rehabilitasi, tim medis juga menemukan adanya kerusakan pada gigi taring Saka. Saat ini, dokter hewan masih melakukan asesmen untuk menentukan tindakan perawatan medis yang paling tepat bagi gigi satwa tersebut.
Sebagai informasi, Saka merupakan macan tutul jawa jantan muda yang dievakuasi setelah terlibat konflik manusia-satwa. Proses rehabilitasi dilakukan untuk memastikan perilakunya tetap alami dan meminimalkan potensi konflik serupa jika suatu saat dikembalikan ke habitatnya.
Saka sebelumnya ditemukan di dalam sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Pandasaluyu, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Satwa liar tersebut diduga masuk dari area belakang hotel dengan cara memanjat tembok pembatas sebelum akhirnya masuk ke dalam bangunan.
Setelah berhasil masuk, macan tutul itu menaiki tangga menuju lantai dua. Saat berada di lantai dua, satwa predator ini sempat berpapasan dengan seorang petugas hotel bernama Nasimah yang kala itu sedang membersihkan area.
Nasimah tidak bereaksi berlebihan saat melihat satwa tersebut. Berkat respons tenang itu, macan tutul terus berjalan hingga terjebak di jalan buntu. Menyadari adanya tamu tak diundang, Nasimah segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan bernama Arcon, yang kemudian meneruskan laporan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bandung.
Macan tutul itu akhirnya masuk ke salah satu kamar. Dengan bantuan Arcon, pintu kamar nomor 101 tersebut berhasil dikunci dari luar sehingga satwa terjebak di dalamnya. Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh tim gabungan dari Damkar Kota Bandung, Polsek Sukasari, BBKSDA Jabar, dan Lembang Park and Zoo.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Video Dampak Keracunan Diduga gegara MBG di Sukabumi Meluas“







