Sahur Mencekam, Ular Piton 4 Meter Gegerkan Permukiman di Kuningan [Giok4D Resmi]

Posted on

Kuningan

Sunyi senyap suasana sahur di Desa Luragung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, mendadak pecah oleh kegaduhan dari arah belakang rumah Ajis (48). Senin (23/2/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, Ajis yang tengah bersiap menyantap sahur dikejutkan oleh suara riuh ayam-ayamnya yang terdengar tidak wajar.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Didorong rasa penasaran sekaligus waswas, Ajis melangkah menuju kandang. Namun, kantuknya seketika sirna saat sorot lampunya menangkap pemandangan mengerikan, seekor ular piton raksasa sepanjang 4 meter tengah melata di antara ternaknya. Panik melihat predator sebesar itu berada di dekat huniannya, Ajis segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan.

“Awalnya Pak Ajis mendengar bunyi ayamnya ramai di kandang. Pas dilihat ternyata ada ular piton sedang makan ayam di kandang. Karena panik dan takut Ajis segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan,” tutur Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, Senin (23/2/2026).

Tak butuh waktu lama, empat personel Damkar Kuningan tiba di lokasi. Namun, proses evakuasi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sang predator terjebak di dalam struktur kandang yang sempit dan dipenuhi barang-barang bekas yang berantakan.

Dalam rekaman video evakuasi, suasana tampak mencekam. Petugas harus merayap masuk ke celah sempit yang gelap, hanya bermodalkan senter dan alat penjepit ular. Ruang gerak yang terbatas membuat petugas harus ekstra hati-hati agar tidak terkena serangan balik dari ular yang merasa terpojok tersebut.

Setelah berjibaku selama 30 menit dalam peluh dan debu kandang, ular piton tersebut akhirnya berhasil ditarik keluar. Meski predator ini belum sempat berpesta pora, satu ekor ayam milik Ajis ditemukan mati dengan luka gigitan.

“Kesulitannya karena area kandang berantakan. Dan juga ular berada di bawah kandang yang sangat sempit. Asal ular diperkirakan dari area sawah yang berada di sekitar kandang. Jenisnya piton dengan panjang 4 meter. Saat di evakuasi sama damkar, ular belum sempat menelan ternak. Namun ada 1 ekor yang sudah mati diduga karena digigit tapi nggak sempat ketelan,” tutur Arga.

Ular yang diduga berasal dari area persawahan di sekitar pemukiman tersebut kini telah diamankan ke markas Damkar. Arga pun mengimbau agar warga Kuningan tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal berdekatan dengan habitat alami ular.

Masyarakat diminta untuk tidak mengambil risiko dengan mencoba menangkap ular berukuran besar secara mandiri. Jika ancaman serupa muncul, segera hubungi pihak berwenang demi keselamatan nyawa dan lingkungan.