Kuningan –
Suasana sahur yang biasanya tenang di Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuninganmendadak pecah oleh kegaduhan dari arah belakang rumah warga pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Badri (55), pemilik rumah, awalnya tengah bersiap menyantap sahur ketika mendengar suara ayam-ayam peliharaannya ribut tidak seperti biasanya dari arah kandang yang berada di dekat rumahnya. Karena khawatir, ia pun memutuskan untuk memeriksa sumber suara tersebut.
Namun setibanya di kandang, Badri justru mendapati pemandangan mengejutkan. Seekor ular sanca sepanjang sekitar tiga meter terlihat sedang melata dan memangsa ayam ternaknya.
Panik melihat predator besar berada begitu dekat dengan rumah, Badri langsung menghubungi petugas UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan.
“Saat akan makan sahur, Badri mendengar suara berisik di kandang ayam dekat rumahnya. Setelah dicek ternyata ada seekor ular sanca yang sedang memakan ayam. Khawatir akan berbahaya kepada warga, kemudian Badri melaporkan kejadian tersebut ke call center UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan penanganan,” ujar Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusuma.
Menanggapi laporan tersebut, petugas Damkar langsung menerjunkan empat personel ke lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, ular sanca tersebut masih berada di dalam kandang ayam.
Meski ukuran ular cukup besar, proses evakuasi berlangsung cepat tanpa kendala berarti. Petugas berhasil menangkap dan mengamankan ular tersebut dalam waktu sekitar 10 menit.
“Tidak ada hambatan berarti dalam penanganan. Setibanya anggota di lokasi, langsung melakukan evakuasi ular yang telah memakan satu ekor ayam. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Panjang ularnya sekitar 3 meter,” kata Arga.
Ular tersebut diduga berasal dari area kebun yang berada di sekitar permukiman warga. Setelah berhasil ditangkap, ular sanca itu kemudian diamankan ke markas Damkar.
Damkar Kuningan mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan area kebun atau habitat alami ular.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang yang berpotensi menjadi akses masuk ular, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan.







