Cirebon –
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menggelar Safari Ramadan 2026 di Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin, Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Minggu (22/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa. Kehadiran Saan disambut hangat pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta ratusan santri dan santriwati.
Dalam sambutannya, Saan mengungkapkan rasa harunya atas sambutan yang diberikan. Ia menyebut kunjungannya ke Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin bukan sekadar agenda politik, melainkan bagian dari silaturahmi yang telah terjalin lama.
“Ini penerimaan yang luar biasa dan sangat bermakna. Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri,” ujarnya.
Saan juga mengapresiasi keberadaan pondok pesantren yang telah berdiri sejak era awal kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, usia panjang tersebut menjadi bukti konsistensi pesantren dalam mencetak generasi berakhlak dan berkontribusi bagi bangsa.
“Dengan usia yang sudah sangat matang, pesantren ini telah melahirkan banyak santri berkualitas. Bahkan beberapa kader Partai NasDem yang sempat menjabat sebagai anggota DPR RI maupun DPRD Provinsi Jawa Barat merupakan alumni dari sini,” jelasnya.
Ia menilai peran pesantren sangat krusial dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam membentuk karakter, integritas, dan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman.
“Pondok pesantren sangat strategis banget karena selama ini berhasil mencetak karakter dengan nilai kebangsaan Indonesia,” ucapnya.
Saan berharap kolaborasi antara Partai NasDem dan kalangan pesantren dapat terus diperkuat melalui komunikasi serta sinergi yang berkelanjutan.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Alhamdulillah hari ini bisa bersilaturahmi lagi. Semoga ke depan kita terus berkolaborasi dan membangun komunikasi untuk mengembangkan berbagai potensi, demi kemanfaatan umat dan negara,” tutupnya.
Saan menegaskan Safari Ramadan ini merupakan komitmen Partai NasDem untuk terus hadir di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus mempererat hubungan dengan lembaga pendidikan keagamaan yang menjadi pilar penting dalam kehidupan sosial dan kebangsaan di Indonesia.







