Sukabumi –
Ketua Umum Parta Golkar Bahlil Lahadalia mendorong agar program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga memberikan porsi yang lebih besar bagi santri di pesantren. Hal itu disampaikannya saat menghadiri safari Ramadan di Pesantren Az-Zainiyah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
Menurut Bahlil, selama ini program LPDP banyak dimanfaatkan oleh lulusan sekolah umum, sementara santri di pesantren dinilai juga memiliki kualitas yang tidak kalah untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
“Lewat fraksi Partai Golkar kami akan meminta agar dana LPDP ini juga diberikan secara proporsional kepada pesantren. Karena belum tentu sekolah umum yang hebat-hebat itu kualitasnya lebih hebat daripada santri,” kata Bahlil, Minggu (8/2/2026) malam.
Santri Dinilai Punya Kualitas, Hanya Kurang Akses
Bahlil menilai kualitas seseorang tidak ditentukan oleh tempat sekolahnya, melainkan oleh kemampuan dan semangat individu itu sendiri. Ia mencontohkan pengalamannya yang berasal dari keluarga sederhana di Papua sebelum akhirnya merantau ke Jakarta pada 1990-an.
Ia bercerita sempat menjadi kondektur angkot hingga berjualan kue sejak SMP untuk membantu ekonomi keluarga. “Saya sekolah di kampung, SD Inpres. Tapi bukan berarti orang yang sekolah di kampung atau pesantren kualitasnya kalah dengan yang sekolah di tempat hebat,” ujarnya.
Bahlil mengatakan yang dibutuhkan santri saat ini adalah kesempatan dan dukungan akses pendidikan, termasuk dalam program beasiswa pemerintah.
Menurutnya, kebijakan seleksi seperti skor TOEFL yang terlalu tinggi juga perlu menjadi perhatian agar tidak justru menyulitkan santri dari kalangan ekonomi terbatas.
“Jangan disuruh TOEFL 700-800. Itu mah orang-orang kaya saja. Padahal santri juga anak bangsa yang harus diberi kesempatan,” ujarnya.
Pesantren Disebut Punya Peran Besar bagi Bangsa
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menegaskan pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, bahkan sejak sebelum kemerdekaan. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan nasionalisme generasi muda.
Ia juga menyebut pesantren sebagai lembaga yang ikut menjaga moral dan ideologi bangsa. “Pesantren sudah ada jauh sebelum negara ini berdiri. Dari pesantren lahir ulama, pemimpin masyarakat, dan tokoh-tokoh bangsa,” sambungnya.
Bahlil Janji Bangun Asrama Santri
Selain mendorong akses pendidikan, Bahlil juga menyampaikan komitmen untuk membantu fasilitas pesantren. Ia menyebut pihaknya akan membangun gedung asrama putra di Pesantren Az-Zainiyah setelah Hari Raya Idulfitri.
“Insyallah habis hari raya kita langsung bangun satu gedung asrama putra supaya santri bisa lebih nyaman belajar,” katanya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari safari Ramadan rombongan Partai Golkar yang bertujuan mempererat silaturahmi dengan kalangan pesantren sekaligus menyerap aspirasi santri dan pengasuh pesantren.







