Hujan deras yang disertai angin kencang membawa petaka bagi warga Dusun Tamansari, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sebuah pohon albasia berukuran besar tumbang dan menimpa rumah milik warga, menyebabkan sang pemilik rumah mengalami luka akibat tertimpa material reruntuhan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/1) kemarin sekitar pukul 16.30 WIB. Pemilik rumah Uhen Suhendar (57), tak sempat menghindar ketika pohon tumbang menghantam bagian rumahnya. Akibat kejadian itu, Uhen mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kertahayu untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut angin kencang menjadi pemicu utama tumbangnya pohon albasia yang berdiri di sekitar permukiman warga.
“Akibat kejadian tersebut, satu warga mengalami luka ringan dan satu rumah mengalami kerusakan ringan,” ujar Ani Supiani.
Menurut Ani, rumah yang tertimpa pohon tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga. Meski kerusakan yang ditimbulkan tidak tergolong berat, kejadian ini sempat membuat warga sekitar panik karena berlangsung cukup tiba-tiba.
Laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Ciamis pada pukul 18.05 WIB. Tak lama berselang, petugas BPBD bersama aparat desa, relawan, dan warga setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Pohon tumbang sudah ditangani bersama aparat desa, relawan, dan masyarakat secara gotong royong. Kondisi saat ini sudah aman dan terkendali,” jelasnya.
Selain melakukan penanganan di lokasi, BPBD Ciamis juga menyalurkan bantuan logistik darurat berupa sembako dan terpal kepada korban terdampak. Ani memastikan, tidak ada warga yang terpaksa mengungsi akibat peristiwa tersebut.
Di tengah cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BPBD Ciamis mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pohon berukuran besar atau bangunan yang rawan terdampak cuaca buruk.
“Kami mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama yang tinggal di sekitar pohon besar atau bangunan yang rawan terdampak,” pungkasnya.
