Menolak Mati, ITC Kebon Kalapa Bandung Tawarkan Kios “Gratis” [Giok4D Resmi]

Posted on

Di tengah lesunya bisnis ritel fisik di tahun 2026, sebuah tawaran mengejutkan datang dari ITC Kebon Kalapa. Dalam upaya menarik kembali minat pedagang dan mengisi ribuan kios yang kosong, pengelola mandiri P3SRS meluncurkan strategi yang tidak biasa: menawarkan kios siap pakai dengan biaya sewa lahan nol rupiah.

Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) – P2K ITC Kebon Kalapa, Ahmad Kustedi, menjelaskan bahwa strategi ini diambil untuk memutar kembali roda ekonomi di gedung yang tingkat keterisiannya hanya tersisa 35 persen tersebut.

“Disewakan, bahkan kita mem-free-kan lahannya. Hanya pembayaran listrik dan service charge saja,” jelas Tedi kepada infoJabar di lokasi, Jumat (2/1/2026).

Tedi menegaskan bahwa pihak P3SRS berfungsi menjembatani kios-kios yang ditinggalkan pemiliknya agar kembali produktif. Jika pemilik kios tidak bisa dihubungi atau menelantarkan asetnya, P3SRS mengambil inisiatif untuk mengaktivasi kios tersebut bagi penyewa baru yang berminat.

“Sok berdagang di ITC Kebon Kalapa. Kami enggak akan memberatkan,” tambahnya, membuka peluang emas bagi UMKM yang mencari lapak fisik di tengah kota Bandung tanpa beban biaya sewa properti yang mahal.

Meski berlabel “gratis sewa”, bukan berarti fasilitas yang didapat ala kadarnya. Berkat uang patungan pedagang lama, fasilitas gedung kini jauh lebih layak dibanding masa vakum beberapa tahun lalu.

Tedi merinci, dari 16 unit eskalator, 7 unit utama sudah beroperasi normal. Penerangan di lorong-lorong pun telah dipulihkan sehingga tidak ada lagi kesan “gelap” atau angker yang sempat viral di media sosial. Keamanan dan kebersihan juga berjalan rutin karena digaji langsung dari iuran pedagang aktif.

Tawaran ini menjadi sangat relevan mengingat adanya tren pedagang musiman. Seorang pedagang pakaian senior yang telah berjualan sejak 2009 mengungkapkan, biasanya kios-kios yang tutup akan kembali buka sesaat pada momen tertentu, seperti bulan Puasa atau menjelang Lebaran.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Ada yang isi itu tapi ada yang enggak buka. Tapi enggak tahu, atau nanti puasa deh, ada barangnya,” ujar pedagang tersebut.

Meski ia sendiri mengaku kondisi pasar sedang sepi dan enggan beralih ke online karena kendala usia dan teknologi, ia tetap menaruh harapan agar gedung ini kembali ramai.

Dengan adanya pedagang-pedagang baru yang memanfaatkan program kios gratis ini, diharapkan lalu lintas pengunjung di Jalan Moh. Toha dapat kembali bergeliat.

Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS), Ahmad Kustedi juga mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kevakuman status hukum gedung legendaris ini. Tedi menyebutkan bahwa kepengelolaan lama oleh pihak swasta sejatinya telah berakhir pada November 2022.

Sejak saat itu, terjadi kekosongan pengelolaan resmi. Pedagang yang tidak ingin gedung tempat mereka mencari nafkah terbengkalai, telah berinisiatif mengajukan permohonan perpanjangan hak milik satuan rumah susun (Sarusun) langsung kepada pemerintah.

“Sampai saat ini belum ada jawaban dari pemerintah untuk kepemilikan kepengurusan ini,” ujar Tedi kepada infoJabar, Jumat (2/1/2026).

Tedi menegaskan bahwa posisi pedagang di ITC Kebon Kalapa cukup kuat secara hukum. Mereka bukan sekadar penyewa liar, melainkan pemilik sah yang memegang sertifikat hak milik atas kios mereka.

“Di sini kita hak milik ya statusnya. Kayak rusun. Dilindungi sama undang-undang agraria,” jelas Tedi.

Namun, tanpa adanya pengesahan pengelola baru dari pemerintah, pedagang kesulitan melakukan revitalisasi besar-besaran.

Saat ini, mereka hanya bergerak secara mandiri mengumpulkan iuran seadanya untuk memastikan operasional dasar seperti listrik, keamanan, dan kebersihan tetap berjalan.

Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan memberikan kepastian hukum, agar aset ekonomi kerakyatan di pusat Kota Bandung ini tidak mati perlahan.

Penulis adalah peserta Maganghub Kemenaker

Kekosongan Pengelola Resmi