Ruang Hening Ekspresi Seniman di Babakan Siliwangi

Posted on

Babakan Siliwangi menyimpan banyak ruang hening di balik pepohononan rimbunnya. Selain menjadi tempat olahraga dan pelarian dari sibuknya kota, Babakan Siliwangi juga menjadi ruang ekspresi bagi para seniman.

Sebuah Sanggar Olah Seni telah berdiri sejak puluhan tahun lalu di tengah hutan kota itu. Meski terbuka untuk publik dan dilalui oleh Forest Walk, Sanggar seni ini nyatanya belum diketahui banyak orang.

Hal itu diakui oleh Tatang, seniman sekaligus ketua Sanggar Olah Seni tersebut. Ia mengatakan, meski saat ini banyak kemudahan publikasi melalui media sosial, Sanggar Olah Seni ini masih diketahui secara luas olehmasyarakat. Tak jarang juga pengunjung yang mengaku baru pertama kali melihat Sanggar ini meski lahir dan besar di Bandung.

“Baru beberapa hari yang lalu, kita kedatangan pengunjung. Dia lahir di Bandung, dan rutin ke Saraga. Tapi dia baru kali ini lihat. Dan hal seperti ini bukan hanya kali ini,” ujar Tatang, Kamis (8/1/2026).

Sanggar Olah Seni ini diresmikan pada 1982 oleh Joop Ave, Dirjen Pariwisata saat itu. Membawa konsep edukasi yang terbuka untuk publik, bangunan Sanggar ini dibuat tanpa pagar pembatas dan tanpa adanya tiket masuk, yang menjadi isyarat bahwa masyarakat bebas datang untuk belajar, melihat proses berkarya, maupun beraktivitas seni.

“Kita dari awal terbuka. Karena emang dari awal kita gak ada pagar. Artinya kita bisa berinteraksi, masyarakat bisa berinteraksi, Mau datang silahkan,” kata Tatang.

Menurut Tatang, persepsi masyarakat yang masih menganggap ruang seni sebagai tempat eksklusif juga turut mempengaruhi alasan sepinya Sanggar Olah Seni ini.

“Pada umumnya, ruang seni itu terkesan eksklusif, harus berbayar, HTM yang gitu. Padahal kita enggak sih. Kita bagian dari masyarakat sebenernya,” ujarnya.

Sampai sekarang, Sanggar Olah Seni ini masih terbuka untuk publik, mereka menyediakan art gallery yang secara terbuka menampilkan hasil karya para seniman. Aktivitas seni juga masih terus berlangsung di sana, mulai dari pembuatan lukisan, patung, hingga kraft.