RSUD KHZ Musthafa Siapkan Tim Bayangan Hadapi Mudik 2026

Posted on

Tasikmalaya

Menjelang libur panjang dan cuti bersama Idulfitri 1447 H, berbagai persiapan dilakukan oleh semua pihak. Selain kesiapan jalur mudik oleh aparat kepolisian, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya juga turut menyiagakan fasilitas kesehatan.

Selama arus mudik dan balik Lebaran, gerbang pelayanan kesehatan dipastikan tetap terbuka lebar bagi masyarakat. Tidak hanya menyiagakan Instalasi Gawat Darurat (IGD), pihak rumah sakit juga menyiapkan strategi khusus untuk pasien rawat jalan serta rencana ekspansi fasilitas pada tahun 2026.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD KHZ Musthafa, dr. Leni Mulyani, menjelaskan bahwa meski cuti panjang, pelayanan rawat jalan tidak akan berhenti total. Pihak rumah sakit berencana membuka satu poli khusus untuk melayani berbagai kasus dalam satu pintu. Berbagai keluhan penyakit akan dilayani, termasuk penyediaan obat-obatan yang tidak boleh berhenti dikonsumsi.

“Kami akan membuka satu poli khusus di masa libur, baik sebelum maupun sesudah Lebaran. Ini prioritas bagi pasien yang harus kontrol rutin, seperti ganti perban pascaoperasi atau mereka yang tidak boleh putus obat, contohnya pasien dengan obat kejang,” ujar dr. Leni pada, Rabu (11/3/2026).

Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan pasien di IGD yang kerap terjadi saat musim mudik, dr. Leni menyiagakan kekuatan ekstra melalui mekanisme “Tim Bayangan”.

“Selain tiga tim utama yang terbagi dalam tiga shift, kami menyiapkan satu tim cadangan atau tim bayangan yang standby di rumah masing-masing. Mereka harus siap dipanggil kapan pun terjadi lonjakan pasien (insidentil),” tambahnya.

Di luar persiapan Lebaran, RSUD KHZ Musthafa tengah berbenah besar-besaran untuk meningkatkan pendapatan dan performa layanan. Salah satu target utamanya adalah menambah kapasitas tempat tidur (bed) secara bertahap. Pada tahap I (2026), kapasitas yang ada saat ini sebanyak 248 tempat tidur akan ditingkatkan menjadi 270 unit. Kemudian pada tahap II (2027), pengembangan ditargetkan berlanjut hingga mencapai 300 tempat tidur.

Selain fasilitas fisik, optimalisasi alat medis berteknologi tinggi seperti CT Scan, Mamografi, dan Panoramik juga menjadi fokus utama manajemen.

“Kami akan tambah tempat tidur pasien sampai 300 ini sebagai bentuk pelayanan prima untuk masyarakat,” jelas dr. Leni.

Dukungan terhadap peningkatan layanan ini juga dibarengi dengan membaiknya kondisi finansial rumah sakit. Kabag Tata Usaha RSUD KHZ Musthafa, Wiwin Winaningsih, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengucurkan dana segar untuk pelunasan piutang Jamkesda.

Pada 26 Februari lalu, Pemkab telah membayarkan dana sebesar Rp23,4 miliar. Alokasi dana tersebut digunakan secara strategis untuk menyehatkan arus kas rumah sakit. Rinciannya, sebesar Rp20 miliar digunakan untuk melunasi beban utang kepada pihak Bank BJB, dan Rp3,4 miliar dialokasikan untuk membayar utang perbekalan kesehatan, termasuk pengadaan obat-obatan, oksigen, dan biaya praktik.

“Alhamdulillah, utang Jamkesda kini semakin kecil. Setelah pembayaran ini, sisa utang tinggal sekitar Rp 8 miliar lagi. Ini tentu sangat membantu operasional kami dalam memberikan layanan terbaik bagi warga. Pelayanan kami makin baik,” pungkas Wiwin.