Bandung –
Dua orang tewas tertimbun reruntuhan tanah di lokasi pembangunan kolam renang di Jalan Terusan Sindang Barang, RT 003 RW 005, Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung.
“Tiga korban terdampak. Satu orang selamat dan dua orang meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung Soni Bakhtiyar dalam keterangan tertulis yang diterima , Kamis (5/2/2026).
Dua korban meninggal dunia yakni Muhammad Nizar Hafidhul atau MHN (25) dan Rika Yuliana atau RY (40). Sementara itu, korban selamat dan mengalami luka yakni Fitri Handayani atau FH (47).
Sony berujar, korban berhasil dievakuasi Tim Rescue Disdamkarmatan Kota Bandung. Polrestabes Bandung juga menangani kejadian ini.
“Peristiwa bermula saat MNH menyelesaikan penggalian tanah sedalam kurang lebih dua meter yang direncanakan untuk dijadikan kolam renang,” ujar Sony.
Sony mengungkapkan, FH dan RY turut turun ke galian itu. Menurut keterangan Sony, keduanya akan melakukan ritual.
“Berdasarkan keterangan di lapangan, FH dan RY kemudian turun ke dasar galian, yang diduga hendak melakukan ritual tertentu atas permintaan pihak keluarga,” ungkapnya.
Menurut Sony, tak lama berselang, terjadi kegagalan struktur pada lantai bangunan di sisi galian. Tembok bekas dudukan mesin huller padi dengan volume 1.125 m³ dan bobot mencapai 1.125 kg runtuh seketika karena kondisi pondasi yang tidak stabil setelah tanah di bawahnya digali.
“Reruntuhan material beton tersebut jatuh langsung ke dalam lubang dan menimpa MNH dan RY. Di saat bersamaan, material lantai di sisi lain juga ikut roboh dan mengenai FH, namun FH berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan tersebut,” ungkapnya.
Dalam kejadian ini, petugas berhasil mengangkat balok beton di posisi yang tidak stabil dan membahayakan. Penanganan ini dilakukan hampir selama tiga jam.
Cari Harta Karun
Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri membenarkan kejadian itu. Menurut Yusuf, ritual yang dilakukan korban merupakan ritual untuk mencari harta karun.
Menurutnya, sebulan lalu FH (korban selamat) memberikan bimbingan untuk melakukan ritual mencari harta karun. Korban diminta untuk menggali beberapa titik di dekat lokasi penggilingan padi.
“FH mengatakan bahwa di sekitar lokasi tersebut ada harta karun satu peti. Saat masuk ke dalam (galian), dua korban terpeleset dan tertimpa tanah,” katanya.
Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap perempuan berinisial FH tersebut. Polisi juga masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui ada atau tidaknya tindak pidana yang menyebabkan kedua korban meninggal dunia.
“Masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan,” pungkasnya.
“







