Ribuan Pengungsi Banjir Subang Mulai Diserang Penyakit

Posted on

Subang

Banjir di Kabupaten Subang masih terjadi. Luapan air masih merendam permukiman di delapan kecamatan wilayah pesisir Subang dengan ketinggian bervariasi. Kondisi ini memaksa puluhan ribu jiwa bertahan di sejumlah tempat pengungsian.

Sepekan berlalu, ribuan pengungsi mulai diserang berbagai penyakit. Baik warga yang sudah mengungsi selama seminggu maupun yang baru dua hari, mulai mengeluhkan sakit lambung, nyeri ulu hati, gatal-gatal, hingga meriang.

“Hingga Jumat (30/1), kami sudah melayani lebih dari 500 pengungsi. Mereka tersebar di Kecamatan Pamanukan, Pusakanagara, Legonkulon, dan Ciasem,” ujar Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Anang, saat ditemui di Posko Kesehatan Masjid Al Mukhlisin, Subang, Sabtu (31/1/2024).

Anang menyebutkan, secara akumulatif sejak pelayanan kesehatan dibuka pada 23 Januari lalu, total pengungsi yang mendapatkan layanan medis telah melampaui 1.500 orang. “Dari tanggal 23 sampai 30 Januari, total yang kita layani sudah di atas 1.500 orang,” katanya.

Mayoritas pengungsi mengeluhkan gangguan kesehatan serupa, yakni gatal-gatal akibat kontak dengan air kotor, sakit kepala, nyeri ulu hati, hingga gangguan lambung. Menurut Anang, ini merupakan keluhan tipikal yang sering dialami warga di lokasi terdampak banjir.

Dinas Kesehatan pun mengimbau para pengungsi untuk tetap menjaga kondisi fisik. Anang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan pola makan yang teratur agar daya tahan tubuh tidak ambruk.

“Imbauan kami agar pengungsi senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan asupan makanan tetap cukup,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 2