Pagi di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mendadak riuh oleh pemandangan tak biasa. Ribuan kendaraan yang berjejer rapi di kantong-kantong parkir tak lagi hanya berselimut debu, melainkan tertempel secarik kertas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat. Itulah “surat cinta”, sebuah teguran halus namun menohok bagi para abdi negara yang lalai membayar pajak.
Langkah tegas ini merupakan bagian dari penelusuran tunggakan pajak kendaraan bermotor yang menyasar titik-titik strategis. Kompleks perkantoran Pemkab Cirebon sengaja dibidik menjadi sasaran utama untuk melihat sejauh mana kepatuhan para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hasilnya mencengangkan. Petugas menemukan sedikitnya 5.268 unit kendaraan milik ASN Pemkab Cirebon yang pajaknya “mati”.
Plt Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Cirebon I Sumber, Widianto Nugroho Adi, menegaskan pihaknya tidak memberikan pengecualian. “Semua kantong parkir kami jadikan sasaran, termasuk area parkir di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ujar Widianto, Rabu (14/1/2026).
Ia menyayangkan masih banyaknya kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, milik ASN yang belum melunasi kewajiban pajak. “Untuk wilayah Sumber, tercatat 5.268 unit kendaraan milik ASN Kabupaten Cirebon menunggak pajak. Rinciannya, 4.687 unit roda dua dan 581 unit roda empat,” jelasnya.
Widi mengungkapkan dari ribuan kendaraan tersebut, terdapat dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan angka tunggakan paling menonjol. “ASN Dinas Pendidikan (Disdik) mendominasi dengan total 2.681 unit kendaraan, disusul Dinas Kesehatan. Mayoritas merupakan kendaraan pribadi, meski kami juga menemukan kendaraan dinas atau pelat merah yang menunggak pajak,” ungkapnya.
Menurut Widi, penempelan stiker peringatan atau “surat cinta” ini merupakan bentuk edukasi sekaligus peringatan agar para ASN segera memenuhi kewajiban pajak. Langkah ini menjadi penegasan bahwa ASN harus menjadi teladan dalam kepatuhan membayar pajak. “Harapannya, setelah menerima surat ini, para pemilik kendaraan segera melakukan pembayaran. ASN seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Bupati Cirebon, Imron, sangat menyayangkan ribuan kendaraan bermotor milik Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon menunggak pajak. Menurut Imron, seorang ASN seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya.
“Apa faktornya kalau ASN sampai menunggak? ASN itu harus menjadi teladan agar ditiru masyarakat. Kalau masyarakat yang menunggak, mungkin ada faktor yang masuk akal, seperti kurang paham atau kendala ekonomi,” kata Imron.
Namun, Imron menilai jika ASN yang menunggak, hal itu sangat memalukan. Sebab, sebagai abdi negara, mereka pasti mendapatkan informasi yang jelas terkait kewajiban pajak. “Mereka pasti tahu informasinya karena pajak itu wajib. Kalau alasan keuangan, rasanya tidak mungkin karena gaji ASN sudah di atas UMR,” tegasnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Bukan hanya kendaraan pribadi, ternyata banyak kendaraan berpelat merah yang juga menunggak. “Tunjukkan mana kendaraan pelat merah yang menunggak agar bisa ditindak. Nanti saya tegur, misalnya camat, akan saya tanya kendalanya apa, karena pajak kendaraan dinas itu dibayarkan oleh negara,” tandasnya.







