Respons Walkot Bandung soal Kasus Ibu Tiri Aniaya Balita hingga Tewas

Posted on

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons kematian seorang balita berinisial RAF (4) di tangan ibu tirinya, Sari Mulyani (26). Sari kini sudah ditetapkan jadi tersangka usai tega menganiaya korban hingga meninggal dunia pada Jumat (21/11).

Saat berbincang dengan infoJabar, Farhan mengaku begitu prihatin dengan kasus ini. Ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya dan ikut berduka karena ada seorang anak yang kehilangan nyawanya di Kota Bandung.

“Kami sangat prihatin mendengar kasus ini, kami juga sangat bersedih dan berduka, kita kehilangan salah seorang anak di Kota Bandung. Tapi ini menunjukkan bahwa kerja sama antara DP3A bersama dengan kepolisian itu sudah sangat optimal untuk menangani kasus seperti ini,” kata Farhan, Sabtu (29/11/2025).

Farhan menyatakan, Pemkot Bandung memang tidak bisa masuk ke ruang privasi hubungan sebuah keluarga. Namun setidaknya, pengawasan bisa dilakukan, terutama di kewilayahan, untuk memastikan kekerasan itu tidak terulang.

“Memang dalam beberapa kasus kami tidak masuk ke dalam ruang-ruang pribadi, tetapi yang kita upayakan memastikan bahwa yang bersalah itu bertanggungjawab, anaknya juga almarhum itu diperlakukan dengan sangat baik,” tuturnya.

“Untuk pengawasan, terutama, kita itu berharap bahwa dengan adanya Perwal tentang standarisasi penitipan anak, kita bisa memberikan kemampuan dan kewenangan kepada kewilayahan untuk membina tentang penanganan anak-anak saat ditinggal kerja oleh orang tuanya,” tambahnya.

Mengakhiri perbincangannya, Farhan punya harapan supaya kasus seperti ini tidak lagi terjadi di kemudian hari. “Jangan ada lagi lah, saya juga sedih sekali yah. Kemarin saya sempat ngobrol dengan polres, patah hati saya dengernya,” pungkasnya.