Bandung Barat –
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini masih berada di beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Padahal, saat ini sedang terjadi ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandung Barat, setidaknya 210 PMI asal Bandung Barat bekerja di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, hingga Yordania. Hingga kini, mereka dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung.
“Berdasarkan catatan kami, ada 210 yang ada di daftar Sisko PMI dan aplikasi Siap Kerja. Sampai sekarang belum ada laporan PMI KBB terdampak langsung (perang di Timur Tengah),” kata Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) pada Disnaker KBB, Dewi Andani, Jumat (6/3/2026).
Dewi mengatakan dari 210 PMI itu, 184 orang dinyatakan masih terikat kontrak kerja sehingga belum bisa kembali ke Tanah Air. Pihaknya memastikan semua PMI di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman.
“184 orang belum bisa pulang karena masih terikat kontrak kerja. Cuma kami terus berkomunikasi dengan pihak terkait memastikan keamanan mereka semua,” ujarnya.
Selain itu, saat ini terdapat 26 calon PMI yang sedang menjalani pelatihan dan persiapan keberangkatan ke negara tujuan di Timur Tengah. Namun, belum ada kepastian mengenai nasib ke-26 calon PMI tersebut.
“Ada 26 orang yang saat ini sedang menunggu proses keberangkatan. Cuma kami belum dapat arahan untuk menunda keberangkatan, tentunya kami akan terus koordinasi,” katanya.
Dewi memperkirakan jumlah PMI asal Bandung Barat yang berada di kawasan Timur Tengah kemungkinan lebih banyak lagi. Namun, mereka tidak tercatat di sistem karena disinyalir berangkat secara non-prosedural.
“Bisa jadi masih banyak, cuma mereka ilegal sehingga kita tidak punya datanya. Makanya ini yang sedang kami upayakan juga mendapatkan informasi dari mereka,” katanya.






