Puasa Ramadhan 2026 2 Minggu Lagi? Ini Jadwal Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

Posted on

Bandung

Umat Islam kini sedang berada di bulan Syaban 1447 Hijriah. Momen ini menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadhan 2026 sudah semakin dekat. Atmosfer religius pun mulai terasa di berbagai lapisan masyarakat, ditandai dengan meningkatnya semangat beribadah, persiapan fisik, hingga perencanaan aktivitas jelang menjalankan puasa.

Menjelang Ramadhan, banyak umat Islam memanfaatkan waktu untuk memperbanyak amalan sunnah, memperbaiki niat, melunasi utang puasa tahun sebelumnya, hingga mulai menyesuaikan pola makan dan istirahat. Tidak heran jika pertanyaan seputar kapan puasa 1 Ramadhan 2026 dimulai dan berapa hari lagi menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari saat ini.

Ramadan Kareem month with glowing lantern on the background of the old city with mosque. Abstract golden moon with islamic ornament. Eid Mubarak. Holy month for fasting Muslims. VectorIlustrasi Ramadhan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sergey Balakhnichev)

Awal Puasa Ramadhan dan Perbedaan Kalender

Dalam kalender Islam, puasa wajib dilaksanakan mulai tanggal 1 Ramadhan. Namun, karena kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan, penetapan awal Ramadhan tidak bisa dilepaskan dari metode perhitungan dan pengamatan hilal. Inilah yang menyebabkan tanggal awal puasa setiap tahunnya perlu dikonversi ke kalender Masehi dan ditetapkan secara resmi.

Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan umumnya mengacu pada keputusan pemerintah melalui sidang isbat, serta rujukan dari organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Perbedaan metode penetapan kerap membuat awal puasa berpotensi jatuh pada tanggal yang berbeda.

Lantas, puasa 1 Ramadhan 2026 jatuh pada tanggal berapa, dan tinggal berapa hari lagi dari sekarang?

Jadwal Awal Puasa 2026 Versi Pemerintah

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, pemerintah memperkirakan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat sementara. Penetapan resmi awal Ramadhan akan dilakukan melalui sidang isbat yang biasanya digelar pada akhir bulan Syaban. Sidang ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, hingga instansi terkait, dengan mengombinasikan metode hisab dan rukyatul hilal.

Jika dihitung dari hari ini, Rabu 4 Februari 2026, maka awal puasa Ramadhan versi pemerintah tinggal 15 hari lagi. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan umat Islam untuk mematangkan persiapan spiritual dan fisik sebelum memasuki bulan suci.

Lantern that have moon symbol on top and small plate of dates fruit with dusk sky and city bokeh light background for the Muslim feast of the holy month of Ramadan Kareem.Ilustrasi Ramadhan Foto: Getty Images/iStockphoto/Baramyou0708

Jadwal Puasa 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) melalui Almanak NU Tahun 2026 yang disusun oleh Lembaga Falakiyah PBNU juga memprakirakan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sama seperti perkiraan pemerintah.

Namun, NU tetap menjadikan rukyatul hilal sebagai penentu utama awal bulan Hijriah. Oleh karena itu, pengamatan hilal akan dilakukan pada tanggal 29 Syaban di berbagai titik pemantauan di Indonesia. Keputusan final awal puasa versi NU baru akan diumumkan setelah proses rukyat selesai dan diverifikasi.

Apabila mengacu pada kalender sementara tersebut, maka dari hari ini tersisa sekitar 15 hari lagi menuju awal Ramadhan 2026 versi NU.

Jadwal Puasa 2026 Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah menetapkan jadwal puasa Ramadhan 2026 lebih awal. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, ditetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi tanpa menunggu hasil rukyatul hilal. Dengan metode tersebut, kalender Islam dapat ditetapkan jauh hari sebelumnya.

Jika dihitung dari Rabu, 4 Februari 2026, maka awal puasa Ramadhan versi Muhammadiyah tinggal 14 hari lagi.

Mengapa Awal Puasa Bisa Berbeda?

Perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia bukanlah hal baru. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan, yakni:

  • Rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan), digunakan oleh pemerintah dan NU

  • Hisab wujudul hilal, digunakan oleh Muhammadiyah

Meski menghasilkan tanggal yang berbeda, seluruh metode tersebut memiliki dasar ilmiah dan syariat masing-masing. Perbedaan ini telah menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Indonesia dan diharapkan tetap disikapi dengan sikap saling menghormati.

Couple of glowing Moroccan ornamental lanterns on the table. Greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem, festive blue night background with glittering golden bokeh lights.Ilustrasi Ramadhan Foto: Getty Images/iStockphoto/Tabitazn

Daftar Libur Idul Fitri 2026

Selain jadwal awal puasa, informasi mengenai libur Lebaran 2026 juga banyak dicari masyarakat. Berdasarkan SKB Tiga Menteri (SKB Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025), pemerintah telah menetapkan libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H sebagai berikut:

  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

  • Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri

  • Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri

  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

Dengan ketetapan tersebut, masyarakat berkesempatan menikmati libur panjang selama lima hari berturut-turut dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2026.

Awal Puasa Ramadhan 2026

Berikut ringkasan awal puasa Ramadhan 2026 berdasarkan berbagai rujukan:

  • Pemerintah: Kamis, 19 Februari 2026 (menunggu sidang isbat)

  • Nahdlatul Ulama (NU): Kamis, 19 Februari 2026 (menunggu rukyat hilal)

  • Muhammadiyah: Rabu, 18 Februari 2026 (berdasarkan hisab)

Dengan hitung mundur yang semakin singkat, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut Ramadhan 2026 sebagai bulan penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat.

Halaman 2 dari 3