Pria Indramayu Nekat Akhiri Hidup, Diduga Depresi Usai Cekcok Keluarga

Posted on

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria berinisial ES (48) mencoba mengakhiri hidupnya di Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun infoJabar di lokasi, tetangga yang mengetahui aksi tersebut sempat berupaya menggagalkannya sekitar pukul 09.30 WIB. ES yang dalam kondisi tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke Rumah Sakit MM. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut.

Lurah Desa Telukagung Idin Jahidin menginformasikan, almarhum sempat terlibat pertengkaran dengan anak tiri yang tinggal bersamanya, serta istrinya yang sedang bekerja di luar negeri.

“Informasi dari tetangga, sekitar empat hari lalu ia pernah bertengkar dengan anak tirinya, mungkin juga dengan istrinya di luar negeri. Ada permasalahan kecil,” ujar Idin kepada infoJabar di lokasi.

Idin menduga pertengkaran keluarga memicu ES mengambil jalan pintas. Menurutnya, tetangga tidak mengetahui detail masalah yang dihadapi karena almarhum dikenal sebagai pribadi yang tertutup. “Ya, bisa jadi (depresi),” ucap Idin saat ditanya mengenai dugaan kondisi mental almarhum.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari menyatakan, hasil pemeriksaan medis serta tim Inafis dan Reskrim Polres Indramayu tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Ditemukan tanda-tanda gantung diri, seperti luka jeratan tali di leher dan luka lecet. Selain itu, ditemukan cairan sperma pada kemaluannya,” ungkap Indrie usai pemeriksaan.

Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri yang saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Selain anak tiri perempuan yang masih SMA, ES juga memiliki seorang anak kandung laki-laki yang kini duduk di bangku SMP.

Indrie berharap tragedi ini tidak terulang kembali. Ia menegaskan segala bentuk tindakan mengakhiri hidup bukanlah solusi atas permasalahan yang dialami. Ia pun mengimbau warga agar lebih terbuka untuk bercerita kepada orang terdekat atau berkonsultasi dengan pihak yang kompeten jika menghadapi tekanan hidup.