Kabupaten Bandung –
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memprediksi akan terjadi dua gelombang puncak arus mudik dan balik yang melintas di wilayah Kabupaten Bandung. Sekitar 200 personel dan 10 posko disiagakan di berbagai jalur mudik.
Kepala Dishub Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan dalam rapat koordinasi lintas sektor di Mapolresta Bandung, belum lama ini. Pada Lebaran kali ini, terdapat dua waktu cuti bersama.
“Iya jadi ada libur Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu, dan adanya hari libur nasional itu, kami memperkirakan terjadi dua gelombang puncak arus mudik, 14 Maret dan 19 Maret 2026,” ujar Hilman kepada awak media, Kamis (5/3/2026).
Pihaknya menjelaskan puncak arus mudik tersebut sangat berpotensi terjadi sejak H-2 Idulfitri. Hal tersebut merujuk pada hasil evaluasi pelayanan serta pengamanan arus mudik maupun balik pada Idulfitri tahun lalu.
“Iyah jadi dua gelombang puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 Lebaran,” katanya.
Hilman mengungkapkan, selama periode arus mudik dan balik 2026, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 200 personel. Ratusan personel tersebut disebar di 10 posko yang tersebar di jalur mudik Kabupaten Bandung.
“Terdapat 10 posko, terdiri atas 1 pos induk, dan 9 pos pengamanan,” jelasnya.
“Pos induk Dishub Kabupaten Bandung berada di Nagreg. Sementara pos pengamanan tersebar di sejumlah wilayah, seperti Cileunyi, Pangalengan, Majalaya, Ciwidey, Ibun-Kamojang, Soreang, Ciparay,” tambahnya.
Hilman menjelaskan pusat informasi dan kendali operasi berada di pos induk Nagreg. Ia menyebut sejumlah personel akan difokuskan untuk bersiaga di wilayah pos induk tersebut.
“Pusat CCTV, pengatur operasi kendali personel, traffic counting berada di pos induk. Selain pada 10 posko, kami menempatkan personel di pos terpadu, yang gabugan bersama Polri, BPBD, Satpol PP, dan berbagai instansi lainnya,” ungkapnya.
Dia memprediksikan puncak arus balik akan terjadi antara H+2 atau H+3 Idulfitri. Hal tersebut berkaca pada pola pergerakan arus mudik pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami terus menjalankan sembari mematangkan persiapan. Terdapat rencana rapat koordinasi lanjutan lintas sektor (membahas pengamanan arus mudik dan balik di Kabupaten Bandung) para 9 Maret 2026,” bebernya.
Hilman menambahkan, Dishub Kabupaten Bandung turut menyiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan beserta pengamanan mudik. Di antaranya water barrier*, *traffic cone, hingga rambu portabel.
“Kami pun akan mengecek dan menaruh papan informasi dan petunjuk arah di jalur mudik maupun wisata,” pungkasnya.
“
