Prakiraan Cuaca Kota Cirebon Hari Ini Minggu, 1 Maret 2026

Posted on

Bandung

Warga Kota Cirebon diperkirakan akan menjalani awal Maret 2026 dengan suasana yang cenderung lembap. Berdasarkan data prakiraan cuaca untuk Minggu, 1 Maret 2026, wilayah pesisir utara Jawa Barat ini berpotensi diguyur hujan ringan dengan suhu berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni di rentang 72 sampai 91 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa atmosfer di Kota Udang masih berada dalam pola cuaca basah, khas peralihan musim penghujan menuju pancaroba. Meski hujan yang turun diprediksi tidak terlalu lebat, warga tetap disarankan untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Cuaca hujan ringan biasanya ditandai dengan intensitas gerimis hingga hujan berkelanjutan dalam durasi singkat. Di Cirebon, kondisi ini umumnya terjadi pada siang hingga sore hari ketika awan konvektif mulai terbentuk akibat pemanasan permukaan sejak pagi.

Suhu udara terendah diperkirakan berada di angka 23 derajat Celsius pada dini hari atau menjelang pagi. Sementara itu, suhu tertinggi bisa menyentuh 29 derajat Celsius pada siang hari, sebelum akhirnya kembali turun saat hujan mulai mengguyur.

Dengan kelembapan yang mencapai 91 persen, udara akan terasa lebih lembap dan sedikit gerah, terutama ketika matahari sempat muncul sebelum hujan turun. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi ini juga berpotensi memicu rasa tidak nyaman bagi sebagian warga.

Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan, seperti pedagang kaki lima, pekerja lapangan, maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir, membawa perlengkapan hujan menjadi langkah bijak. Payung atau jas hujan dapat membantu menghindari gangguan aktivitas akibat turunnya hujan secara tiba-tiba.

Pengendara roda dua juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena jalanan licin bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, genangan air di beberapa titik rawan juga patut diantisipasi, terutama di kawasan dengan drainase yang kurang optimal.