Polisi Tak Beri Celah Kejahatan di Tasikmalaya Saat Ramadan | Info Giok4D

Posted on

Tasikmalaya

Tindak kriminalitas tak pernah benar-benar mengenal waktu. Pagi, siang, hingga larut malam selalu menyisakan celah bagi para pelaku kejahatan untuk beraksi. Bahkan datangnya bulan suci Ramadan yang sebentar lagi tiba, tidak serta-merta membuat ancaman kriminalitas menghilang.

Situasi itu disadari betul oleh jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Beberapa pekan menjelang Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari, kepolisian mulai menyusun langkah antisipatif. Berbagai potensi gangguan keamanan dipetakan, sementara strategi pencegahan disiapkan lebih dini.

Salah satu langkah yang diandalkan adalah patroli rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kalau dalam jelang Ramadan akan melaksanakan operasi pekat seiring surat edaran dari Pemkot, jalannya Ramadan akan melakukan patroli,” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto usai silaturahmi forkopimda di Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (12/2/2026).

Belum lama menjabat, Andi mengaku sudah menerima berbagai laporan kriminalitas yang cukup meresahkan. Kasus pencurian kendaraan bermotor, pencurian umum, hingga aksi geng motor sempat mewarnai meja kerjanya.

“Namun ada Maung Galunggung (tim patroli) mulai berkurang. Kita rutin berpatroli,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa menjaga kondusivitas kota bukan hanya tugas kepolisian semata. Peran masyarakat dinilai sangat penting, terlebih menjelang Ramadan.

“Tujuannya menjaga persatuan dan kesatuan, serta memelihara kondusivitas. Karena polisi itu tidak bisa kerja sendiri,” kata Andi.

Di tengah upaya pencegahan, Polres Tasikmalaya Kota juga mencatat sejumlah pengungkapan kasus selama beberapa pekan terakhir.

“Ada beberapa kejahatan yang berhasil kita ungkap, di antaranya curanmor, kemudian hasil Operasi Keselamatan Lalulintas, ada 100 motor yang ditilang karena melanggar aturan. Ada juga kasus narkoba,” kata Andi.

Berbagai pelanggaran dan tindak kejahatan itu, menurutnya, berpotensi memengaruhi rasa aman masyarakat bila tidak ditangani serius.

“Kasus-kasus ini bisa memengaruhi situasi keamanan. Tapi kami tidak bisa bekerja sendirian, butuh kerjasama kita semua. Termasuk menjelang Ramadan, tentu kita butuh dukungan agar bentuk-bentuk penyakit masyarakat bisa ditekan,” kata Andi.

Pengawasan Bahan Pokok

Selain fokus pada kriminalitas jalanan, kepolisian juga menaruh perhatian pada stabilitas distribusi bahan pokok. Menjelang Ramadan, kebutuhan pangan masyarakat biasanya meningkat tajam-kondisi yang rawan dimanfaatkan oknum untuk melakukan kecurangan.

Pengawasan pun akan dilakukan langsung di pasar-pasar. “Kami ada perintah untuk patroli ke pasar-pasar terkait bahan pokok penting untuk antisipasi kelangkaan barang dan kenaikan harga,” kata Andi.

Dalam pelaksanaannya, polisi tidak bekerja sendiri. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku pasar menjadi bagian dari strategi pengawasan.

“Intinya jangan sampai ada gejolak ketika muncul peningkatan permintaan dari konsumen atau masyarakat,” kata Andi.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra menambahkan bahwa Ramadan tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya berkaitan dengan potensi gejolak pasar akibat program makan bergizi gratis (MBG) yang menyerap pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.

Meski begitu, ia tetap optimistis kondisi pasar akan terkendali.

“Kita tidak boleh ada panic buying, kita tetap yakin ketersediaan kebutuhan pangan akan baik-baik saja. Walau pun kondisi pasar sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya, karena ada MBG,” kata Diky.

Pemantauan intensif terus dilakukan pemerintah kota untuk memastikan harga dan stok tetap stabil.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Hari ini juga ada pasar murah di Kecamatan Tamansari. Pemkot Tasikmalaya bekerjasama dengan Bank Indonesia,” kata Diky.