Heroik! Pemuda Majalaya Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Adik | Giok4D

Posted on

Kabupaten Bandung

Keheningan malam saat warga beristirahat di tengah hujan ringan seketika berubah mencekam. Tanggul Sungai Cisunggalah jebol, mengirimkan air bah yang meluap ke permukiman warga.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026) dini hari. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Warga yang tengah terlelap spontan berhamburan menyelamatkan diri dari terjangan banjir. Mereka berupaya mengevakuasi anggota keluarga dan kerabat terdekat agar selamat dari bencana tersebut.

Salah satu warga yang berjuang menyelamatkan keluarganya adalah Kia Muhram Kurniawan (22). Bagian dapur rumahnya yang berada di dekat aliran sungai hancur diterjang air. Lumpur pekat pun langsung mengepung kediamannya.

“Saya itu malam teh baru pulang main, sekitar jam 11-an lah. Terus udah sampai kamar, udah diganti baju, udah siap-siap mau tidur lah istilahnya mah gitu. Terus dapat info banjir di sekitar jalan di depan gang rumahnya,” ujar Kia saat ditemui di lokasi kejadian.

Kia sempat bergegas ke jalan raya untuk menyelamatkan peralatan bengkel tempat usahanya. Saat itu, kondisi banjir di area jalan sudah mencapai ketinggian betis orang dewasa.

“Nah, itu tengah malam langsung nyelamatin bengkel, da karena di depan doang yang banjir yang awal mah. Banjir di depan nyelamatin peralatan bengkel sama si Mama,” katanya.

Saat sedang menyelamatkan barang-barang di bengkel, Kia melihat air dari arah gang rumahnya justru semakin deras. Setelah dicek, ternyata tanggul Sungai Cisunggalah yang berada tepat di belakang rumahnya telah jebol.

“Kejadian jebol sekitar 00.30 WIB. Pas tahu jebol, saya langsung menerjang air dan berlari ke rumah bersama saudara dan mama. Soalnya adik saya di rumah lagi tidur, saya juga terbawa arus, tapi alhamdulillah sekuat sayalah untuk nyelamatin adik,” jelasnya.

Setibanya di dalam rumah, Kia mendapati adiknya sudah terbangun, namun masih dalam kondisi mengantuk. Ia pun memutuskan untuk langsung mengevakuasi adiknya ke kamar yang berada di lantai dua.

“Airnya setinggi saya waktu nyelamatin adik saya ke dalam, karena di luar ini deras, kalau di dalam itu airnya tenang. Cuma tinggi gitu, kalau di dalam itu tenang, seleher saya, ada lah sekitar 2 meteran,” ungkapnya.

“Seleher saya waktu nyelamatin adik saya naikin ke atas kamar, itu seleher lah. Jadi saya itu tumpuannya bukan ke lantai, jadi menginjak itu bukan ke lantai, tapi ke barang-barang seperti lemari, kulkas,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, Kia juga berjibaku menolong kerabatnya yang terjebak. Ia berupaya keras mengeluarkan saudaranya dari kepungan air yang terus meninggi.

“Jadi pas kejadian ada kakaknya Bapak saya gitu, di sini, masih di sini. Minta tolong nggak ada yang nolongin da karena masing-masing lah menyelamatkan diri sendiri. Kebetulan waktu saya nyelamatin adik saya itu kedengaran kakaknya ayah saya teh gitu, kedengaran minta tolong berdua ya suami istri lah gitu, minta tolong ya akhirnya saya selamatkan dua-duanya gitu,” kata Kia.

Setelah situasi agak mereda, mereka memutuskan mengungsi ke area bengkel di depan gang. Perjalanan menuju titik aman tersebut membutuhkan perjuangan ekstra lantaran harus menembus genangan air.

“Saya di dalam rumah sebentar da, dikarenakan arus dalam kan tenang. Saya waktu nyelamatin itu adik saya dibawa ke luar itu malah saya yang kepental banjir, karena di luar ini deras pisan, kalau di dalam itu tenang,” bebernya.

Menurutnya, derasnya air menghantam rumah tetangga sebelum berbelok menghancurkan dapur miliknya. Hal itu menyebabkan air beserta lumpur masuk dan merendam seluruh isi rumah.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Air banjir itu surut-surut itu sekitar jam 2an atau jam 3an lah. Tapi permukiman dipenuhi lumpur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah memang kerap terjadi dan merendam permukiman warga. Namun, menurutnya, untuk titik yang sekarang merupakan kejadian pertama kalinya.

“Sebenarnya beberapa tahun ke belakang juga pernah, tapi bukan di sini tempatnya, beda-beda sih di sini mah. Sering tapi beda-beda nggak satu tempat lah, nggak satu titik lah. Sungai nya mah Cisunggalah,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 2