Polisi Buru Pelaku Teror Pembacokan di Sukabumi yang Lukai 5 Orang

Posted on

Sukabumi

Polisi masih memburu pelaku teror pembacokan yang menyebabkan lima orang terluka di wilayah Sukabumi. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian menyebut proses penanganan kasus ini masih berjalan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.

“Untuk sampai saat ini, itu sudah kita lakukan penanganan dan tetap kita lakukan pendekatan hukum. Saat ini masih dalam pemeriksaan, semua masih dalam pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, Kamis (12/3/2026).

Setelah pemeriksaan saksi-saksi rampung, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam kasus tersebut.Sentot menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat.

“Yang perlu kami ingatkan bahwa di sini tidak ada toleransi untuk pelanggar hukum. Sehingga apapun pelanggaran hukum atau kejahatan yang dilakukan itu akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah tukang parkir dan warga yang sedang nongkrong di wilayah Sukabumi menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pria bermotor. Akibat kejadian tersebut, lima orang berinisial FF, HK, AH, OG dan KK mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Jalan R. E Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi tepatnya di depan minimarket pada Senin (9/3/2026) sekira pukul 16.30 WIB. Polisi saat ini masih terus mendalami kasus tersebut serta memburu pelaku yang diduga bertanggung jawab atas aksi teror tersebut.

Berdasarkan keterangan salah seorang saksi sekaligus tukang parkir, berinisial F alias B (40) mengatakan peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat sejumlah orang sedang berada di lokasi parkir dan nongkrong di sekitar tempat tersebut.

Dia menuturkan, sebelumnya sempat terjadi persoalan terkait pengelolaan lahan parkiran. Namun menurutnya masalah itu sudah disepakati untuk diselesaikan secara baik-baik.

“Sebenarnya masalah parkiran itu sudah clear. Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan bersama. Saya juga sempat datang untuk menemui saudara iyong, tapi orangnya tidak ada,” kata F kepada di lokasi, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, sekelompok pria datang menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam seperti celurit dan samurai. Menurutnya ada lima orang korban, dan korban lainnya dirawat di RS Bhayangkara.

“Anak-anak lagi nongkrong, tiba-tiba IY sama teman-temannya datang naik motor. Mereka berhenti sambil mengacungkan samurai dan celurit, terus bilang ‘serang’. Di situ langsung terjadi pembacokan,” ujarnya.

“Korban ada lima orang. Paling parah kakak sama adik saya, luka di bagian kepala. Kakak saya sampai 18 jahitan, adik saya lebih parah dan sekarang masih di rumah belum bisa ke mana-mana,” katanya.