Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat turut diterjunkan ke lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Tim DVI membuka posko pengaduan orang hilang dan identifikasi korban yang ditemukan tak bernyawa di Puskesmas Pasirlangu. Berdasarkan data teranyar, longsor tersebut menyebabkan 8 orang tewas, 23 selamat, dan 82 masih belum ditemukan.
“Jadi hasil dari evaluasi, tentunya kita berkoordinasi dengan Tim DVI untuk membuka posko di daerah longsor Pasirlangu,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, Sabtu (24/1/2026).
Tim DVI sendiri sudah berhasil mengidentifikasi semua jenazah tertimbun longsor. Selain melakukan identifikasi, tim DVI melaksanakan proses memandikan dan menyalatkan jenazah.
“Kita koordinasi terus di lokasi, sehingga bisa melakukan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap beberapa korban. Korban sudah berhasil diidentifikasi,” kata Niko.
Pihaknya menerjunkan 63 personel untuk melakukan penyisiran korban yang masih dinyatakan hilang. Penyisiran juga melibatkan anjing pelacak dari Unit K-9 Sat Samapta Polres Cimahi.
“Termasuk itu kita libatkan juga, unitnya sudah di sini. Kita menerjunkan total 63 personel untuk membantu pencarian korban yang masih belum ditemukan,” kata Niko.
Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, sebelumnya diawali oleh hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama dua hari belakangan. Permukiman warga rata disapu material longsor dari bukit kaki Gunung Burangrang.
Pencarian terhadap korban terkendala cuaca ekstrem. Hujan disertai angin kencang tak berhenti menerpa daerah Cisarua. Hal tersebut membuat tim tak optimal melakukan pencarian di medan yang ekstrem.







