Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Bandung Raya pada Jumat (23/1/2026) menyebabkan sebuah pohon di kawasan perumahan elite di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tumbang.
Pohon trembesi di area bank swasta tersebut tumbang pada sore hari. Pohon setinggi 20 meter itu menimpa dua unit mobil yang tengah terparkir di bawahnya.
“Kejadiannya tadi sekitar pukul 14.00 WIB, diduga karena angin kencang dan hujan deras. Memang beberapa hari terakhir cuaca cukup ekstrem,” kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, Jumat (23/1/2026).
Asep menjelaskan, petugas BPBD bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) dan kepolisian langsung mengevakuasi pohon tumbang tersebut dengan cara memotong batang pohon menjadi beberapa bagian agar mudah dibersihkan.
“Batang pohon dipotong menjadi bagian kecil agar mudah diangkat. Prosesnya cukup memakan waktu karena ukuran pohon yang besar,” ujar Asep.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena pemilik kendaraan sedang berada di dalam bangunan saat pohon ambruk. Kerusakan pada mobil pun dilaporkan tidak terlalu parah.
“Tidak ada korban jiwa, kerusakan kendaraan pun tergolong ringan. Saat ini kami fokus pada penanganan dampak di lokasi,” tutur Asep.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem, Pemda KBB telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak September 2025 hingga April 2026. Kewaspadaan ini meliputi ancaman banjir, tanah longsor, hingga puting beliung.
Di Bandung Barat, setidaknya ada 11 kecamatan yang dinyatakan rawan bencana saat musim hujan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat, Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena pemilik kendaraan sedang berada di dalam bangunan saat pohon ambruk. Kerusakan pada mobil pun dilaporkan tidak terlalu parah.
“Tidak ada korban jiwa, kerusakan kendaraan pun tergolong ringan. Saat ini kami fokus pada penanganan dampak di lokasi,” tutur Asep.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem, Pemda KBB telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak September 2025 hingga April 2026. Kewaspadaan ini meliputi ancaman banjir, tanah longsor, hingga puting beliung.
Di Bandung Barat, setidaknya ada 11 kecamatan yang dinyatakan rawan bencana saat musim hujan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat, Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.







