Bandung –
Persik Kediri harus pulang dengan tangan kosong setelah takluk 0-3 dari Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Senin (9/3/2026) malam.
Meski kalah dengan skor cukup telak, pelatih Persik Marcos Reina menilai timnya sebenarnya tampil berani saat menghadapi salah satu tim terbaik di kompetisi.
Ia melihat anak asuhnya mampu mengimbangi permainan Persib, bahkan sempat beberapa kali menciptakan peluang terutama di babak pertama.
“Saya pikir kita memainkan pertandingan yang sangat berani di stadion yang sangat sulit, di mana kita menunjukkan permainan sepak bola yang bagus, di mana kita sangat dekat dengan mencetak gol dalam banyak situasi,” ujar Reina seusai pertandingan.
Menurutnya, Persik mampu menguasai bola dan menekan permainan Persib di beberapa menit awal. Hal itu menjadi bukti bahwa timnya tetap mencoba bermain terbuka meski bertindak sebagai tamu.
“Kita menguasai bola dari salah satu tim terbaik di liga dengan pemain-pemain yang luar biasa, tetapi kita menghadapi banyak pemain yang memiliki kepribadian berbeda,” katanya.
Namun jalannya pertandingan berubah setelah Persik melakukan dua pelanggaran yang berujung penalti bagi tuan rumah. Dua situasi tersebut, menurut Reina, menjadi pukulan yang sulit dipulihkan oleh timnya.
“Kami melakukan kesalahan dalam dua penalti, dan itulah yang menghancurkan kami. Gol ketiga juga menghancurkan kami,” ujarnya.
Reina mengakui setelah kebobolan, situasi menjadi semakin berat bagi Persik. Padahal ia meyakini timnya masih memiliki peluang jika mampu memperkecil ketertinggalan.
“Setelah mereka mencetak gol ini, bagi kami situasinya menjadi lebih sulit, karena kami benar-benar tahu bahwa jika kami mencetak satu gol di babak kedua, kami akan tetap bertahan, dan dengan cara kami bermain, kami tahu bahwa kami bisa memiliki peluang,” tuturnya.
Ia juga menyinggung gol ketiga Persib yang menurutnya seharusnya tidak terjadi. Gol tersebut semakin membuat mental timnya jatuh.
“Gol terakhir yang seharusnya tidak diperbolehkan itu, benar-benar menghancurkan kami. Jadi ya, begitulah kejadiannya,” kata Reina
