China –
Insiden mengerikan terjadi di Kebun Binatang Shantou Zhongshan Park, Provinsi Guangdong, China. Seorang anak diterkam singa, dalam sesi interaksi di wahana tersebut.
Dikutip dari World Animal Protection, Senin (9/3/2026), korban itu adalah gadis berusia 10 tahun. Dia masuk ke area terbatas saat melakukan sesi pemberian makan.
Dalam berita yang beredar, disebutkan bahwa bocah perempuan itu dibawa ke zona penyangga terbatas. Di spot itu, pengunjung diizinkan untuk memberi makan hewan. Praktik tersebut sudah lama dikritik karena risiko keselamatan.
Dalam rekaman, gadis itu menawarkan makanan ketika seekor singa betina mengulurkan cakarnya dan mencengkeram celana si bocah. Dengan satu tarikan, anak itu sudah masuk ke kandang.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Seorang penjaga kebun binatang menahannya sambil mencoba melepaskan cengkeraman hewan itu dengan batang logam. Seekor singa lain juga ikut agresif dan menjangkau si anak melalui jeruji. Perjuangan itu berlangsung sekitar tiga puluh detik sebelum anak itu dibebaskan.
Bocah itu mengalami luka lecet ringan di kakinya dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, termasuk vaksinasi rabies. Ia dipulangkan pada malam harinya.
Kebun binatang tersebut telah ditutup sementara. Saat ini, tengah dilakukan peninjauan protokol keselamatan dan menyelidiki kegagalan manajemen yang memungkinkan seorang anak masuk ke area terlarang.
Insiden disorot karena mencerminkan model industri universal yang lebih memprioritaskan komersialisasi daripada kesejahteraan dan keselamatan.
Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa singa dan kucing besar lainnya yang dipelihara di penangkaran menderita kelainan perilaku yang terkait dengan pengurungan, kurangnya stimulasi alami, dan interaksi manusia yang dipaksakan. Faktor-faktor ini dapat meningkatkan kemungkinan agresi.
Fasilitas yang bergantung pada sesi pemberian makan dan kesempatan berfoto dengan satwa liar menciptakan bahaya bagi kesejahteraan dan keselamatan.
Hewan liar mengalami stres kronis di ruang terbatas, seringkali tanpa kemampuan untuk menjauh dari pengunjung. Stres tersebut meningkatkan kemungkinan perilaku yang tidak terduga dan berbahaya.
