Bandung –
Kapten Malut United, Gustavo Franca akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi atas insiden yang membuat namanya jadi sorotan jelang laga melawan Persib Bandung.
Eks pemain Maung Bandung itu sebelumnya kedapatan mencoret tulisan ‘Bandung’ di kaus seorang bobotoh saat Malut United menggelar sesi latihan di Kota Bandung.
Aksi tersebut memantik reaksi keras dari bobotoh. Dampaknya terasa jelas saat pertandingan Persib Bandung kontra Malut United berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (6/2/2026) malam.
Sepanjang laga, Gustavo Franca tak lepas dari cemoohan setiap kali menyentuh bola. Ribuan bobotoh yang memadati stadion menjadikannya sasaran sorak dan siulan.
Usai pertandingan, Gustavo menyampaikan permintaan maaf kepada publik Bandung dan meluruskan makna di balik kejadian yang viral tersebut. Menurutnya, insiden itu telah disalahartikan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dengan niat buruk.
“Sebenarnya saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf atas apa yang terjadi minggu ini,” ujar Gustavo.
Pemain asal Brasil itu menegaskan, apa yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya mencerminkan niatnya. Ia merasa ada upaya untuk menggiring opini dan menjatuhkan namanya di hadapan masyarakat Bandung dan pendukung Persib.
“Seseorang dengan niat buruk mengambil satu situasi lucu untuk membuat masalah atas nama saya, mencoba menjatuhkan nama baik saya di depan masyarakat Bandung dan juga Persib. Dan semua itu tidak benar,” katanya.
Gustavo menekankan bahwa dirinya memahami betul posisi dan perasaannya terhadap Kota Bandung serta Persib. Ia menyebut orang-orang yang mengenalnya pasti tahu bahwa ia tidak pernah berniat merendahkan atau menghina.
“Pikiran saya sangat jernih mengenai situasi ini. Saya tahu isi hati saya. Orang-orang yang mengenal saya pasti tahu bahwa situasi tersebut tidak benar. Saya hanya mengambil kesempatan ini untuk menyelesaikan masalah ini,” ucapnya.
Dengan nada emosional, Gustavo juga menegaskan rasa cintanya terhadap Bandung, warganya, dan Persib Bandung, klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
“Hati saya sepenuhnya bersih. Saya mencintai kota ini, saya mencintai orang-orangnya. Saya mencintai dan menghormati klub ini; kalian akan selalu memiliki tempat yang istimewa di hati saya. Jadi, saya mohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi,” tutur Gustavo.
Meski mengakui adanya pihak-pihak yang sengaja memperkeruh suasana, Gustavo tetap memilih jalur damai dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Saya benar-benar meminta maaf, tapi orang jahat memang ada di mana-mana. Jadi, saya mencoba meminta maaf dan tidak apa-apa,” katanya.
Terlepas dari tekanan dan atmosfer panas sepanjang pertandingan, Gustavo mengaku menikmati laga melawan Persib. Ia bahkan memberikan apresiasi tinggi kepada bobotoh yang menurutnya selalu menghadirkan atmosfer luar biasa di stadion.
“Mengenai pertandingan tadi, saya sangat menikmatinya. Benar-benar pertandingan yang bagus, sesuai dugaan. Bobotoh selalu luar biasa, tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan mereka,” pungkasnya.







