Hilman Wilastra, disabilitas asal Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, berhasil mengharumkan Indonesia. Daya juang Hilman untuk bisa menjadi atlet akhirnya dibayar dengan emas ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Atlet berusia 36 tahun itu menggondol emas di kategori angkat beban (powerlifting) setelah mencatat angkatan pertama seberat 167 kilogram pada kategori Men’s 54 kilogram. Bagi Hilman, momen meraih emas tersebut merupakan yang paling berharga dalam hidupnya.
Medali emas yang dikalungkan di lehernya saat lagu Indonesia Raya berkumandang adalah buah dari perjuangan dan konsistens dalam berlatih. Medali tersebut, lanjut Hilman, ia persembahkan kepada Indonesia, ibunya, dan para pelatih yang telah mendukungnya selama berlaga.
“Alhamdulillah dapat medali emas, terharu bisa membawa nama Indonesia. Kedua, bisa membuat bangga orang tua dan para pelatih. Lawan terberat adalah Vietnam, Filipina, dan Timor Leste,” tutur Hilman. Minggu (25/1/2025).
Hilman bercerita bahwa ia menjadi atlet sejak 2021. Saat itu, Hilman termotivasi karena melihat banyak teman-temannya sesama disabilitas terjun ke dunia olahraga. Sejak saat itu, Hilman memutuskan untuk mulai rajin berlatih fisik hingga mengikuti berbagai lomba.
Selama menjalani proses tersebut, Hilman diterpa suka duka, salah satunya adalah rasa jenuh dan tidak percaya diri. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Berkat dukungan orang tua, teman-teman, dan para pelatihnya, semangat Hilman kembali. Dalam seminggu, lanjut Hilman, ia biasa berlatih selama lima hari.
“Saya jadi atlet angkat berat dari tahun 2021. Motivasinya karena melihat teman-teman sesama disabilitas, sehingga timbul rasa kepercayaan diri bahwa saya juga bisa jadi atlet. Suka duka pasti ada, seperti saat latihan dan merasa jenuh. Tapi malah teman-teman disabilitas banyak yang mendukung bahwa kamu bisa,” tutur Hilman.
Sebelum berlaga di ASEAN Para Games 2025, Hilman telah mencatat prestasi dengan meraih medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Solo 2024 dan dua medali emas pada Pekan Paralimpik Daerah 2022 di Bekasi pada cabang atletik lari.
“Peparnas Solo ikut cabor angkat berat plus 54 kilogram, alhamdulillah meraih satu emas dan satu perak. Di Bekasi tahun 2022 hanya ikut di cabor Atletik lari kategori 100 meter dan 200 meter. Itu semuanya dapat emas, termasuk yang ASEAN Para Games di Thailand. Alhamdulillah, selama tiga ajang tersebut, saya mendapatkan medali semua,” tutur Hilman.
Kini Hilman sedang mempersiapkan diri untuk ajang Asian Para Games 2026 di Jepang. Di ajang tersebut, ia berharap dapat tampil maksimal dan kembali menjadi juara. Kepada teman-teman disabilitas yang lain, Hilman berpesan agar tetap semangat dan jangan merasa berkecil hati.
“Insyaallah kalau ada rezekinya nanti ke Jepang di Asian Para Games 2026. Buat teman-teman disabilitas, jangan berkecil hati dengan keterbatasan fisik. Kalian juga bisa meraih prestasi seperti teman-teman yang lainnya. Jangan biarkan keadaan fisik menghalangi kita untuk berprestasi,” pungkas Hilman.







