Pentingnya Tas Siaga Bencana: Ini Daftar yang Wajib Disiapkan

Posted on

Bandung

Akhir-akhir ini, bencana alam semakin sering terjadi, baik di dunia maupun di Indonesia. Kondisi lingkungan yang kian sulit diprediksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kerusakan alam akibat aktivitas manusia hingga anomali alam yang berada di luar kendali manusia.

Untuk mengantisipasi risiko bencana seperti gempa bumi, banjir, longsor, hingga tsunami, setiap individu disarankan memiliki tas siaga bencana. Tas ini berfungsi sebagai perlengkapan darurat agar seseorang dapat bertahan hidup sementara waktu sebelum bantuan datang. Lantas, apa saja isi tas siaga bencana yang perlu disiapkan?

1. Kebutuhan Dasar

Kebutuhan dasar menjadi perlengkapan utama dalam tas siaga bencana. Perlengkapan ini mencakup pakaian, makanan, minuman, dan alat kebersihan diri.

Mengacu pada anjuran Kementerian Kesehatan, siapkan pakaian luar dan dalam secukupnya. Pilih pakaian yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar, tahan dingin, dan tidak mudah kotor. Sertakan pula pakaian hangat sebagai antisipasi cuaca ekstrem.

Selain itu, siapkan alat mandi sederhana seperti sabun, sikat gigi, tisu basah, dan tisu kering untuk menjaga kebersihan diri serta mencegah penyebaran penyakit.

Untuk kebutuhan konsumsi, simpan makanan siap saji atau makanan kaleng seperti kornet, mi instan, atau makanan instan lainnya yang tahan lama dan praktis. Camilan seperti biskuit dan kue kering juga dapat menjadi alternatif sumber energi. Sementara itu, air minum disarankan minimal 2 liter per orang per hari.

2. Perlengkapan Medis

Perlengkapan medis merupakan bagian penting dalam tas siaga bencana. Sediakan obat-obatan umum untuk mengantisipasi penyakit yang sering muncul dalam kondisi darurat, seperti obat diare, batuk, demam, sakit kepala, dan gangguan lambung.

Lengkapi pula dengan barang pendukung seperti minyak kayu putih, obat gosok, dan losion anti nyamuk. Untuk penanganan luka ringan, pastikan tersedia plester, kain kasa, dan cairan antiseptik.

3. Alat Komunikasi dan Penerangan

Alat komunikasi sangat dibutuhkan dalam situasi darurat, terutama jika terpisah dari keluarga atau tersesat. Pastikan telepon genggam selalu berada di dalam tas siaga. Namun, mengingat jaringan seluler dan internet bisa terputus saat bencana, sebaiknya siapkan radio sebagai sumber informasi alternatif.

Selain itu, peluit dapat menjadi alat komunikasi darurat untuk menarik perhatian tim penyelamat atau orang di sekitar.

Untuk penerangan, sediakan senter dan power bank guna membantu aktivitas saat malam hari atau di tempat minim cahaya. Lilin dan korek api juga dapat digunakan sebagai cadangan untuk penerangan, memasak, atau menghangatkan tubuh.

4. Peralatan Pendukung dan Dokumen Penting

Peralatan pendukung turut membantu dalam menghadapi situasi tak terduga. Simpan jas hujan, masker, dan pisau lipat serbaguna. Jas hujan berguna saat hujan turun di tengah proses evakuasi, sementara masker membantu melindungi pernapasan dari debu atau bau tidak sedap. Pisau lipat dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan darurat.

Jangan lupa membawa dokumen penting, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, dan dokumen pendidikan dalam bentuk asli atau salinan yang disimpan dalam plastik kedap air. Dokumen ini penting untuk proses pendataan dan identifikasi oleh petugas.

Pentingnya Menyiapkan Tas Siaga Sejak Dini

Menyiapkan tas siaga bencana sejak sekarang dapat membantu Anda bertahan dalam kondisi darurat selama beberapa hari sambil menunggu bantuan datang. Perlengkapan ini sangat berguna, terutama jika berada dalam kondisi terpisah atau belum terjangkau tim penyelamat.

Tak kalah penting, ajak dan ingatkan orang-orang di sekitar untuk menyiapkan tas siaga bencana masing-masing. Kesiapsiagaan sejak dini dapat meminimalkan risiko dan dampak buruk ketika bencana datang tanpa peringatan.