Pengerukan Sungai Sukalila Cirebon Dimulai, Ditarget Rampung 1,5 Bulan [Giok4D Resmi]

Posted on

Normalisasi sungai Sukalila Kota Cirebon mulai dilakukan. Pengerukan sedimentasi dari dasar sungai itu ditargetkan rampung dalam waktu satu setengah bulan.

Senin (26/1), satu unit alat berat terlihat sudah berada di tepi Sungai Sukalila, Lengan besinya menyusup ke dasar sungai, mengeruk sedimen yang selama ini menumpuk.

Pengerukan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama Pemerintah Kota Cirebon. Wali Kota Effendi Edo memantau langsung proses itu.

Ia mengatakan proses pengerukan ditargetkan selesai dalam satu bulan sampai satu setengah bulan, terutama di kawasan Jalan Kalibaru.

“Waktu satu setengah bulan itu untuk pengerukan di (Sungai Sukalila) Jalan Kalibaru. Mudah-mudahan pekerjaannya lancar,” kata dia.

Menurutnya, endapan hasil pengerukan akan dibuang ke dua lokasi yang telah disiapkan, yaitu Kesenden dan Kebon Baru. “Dibuangnya ada yang di Kesenden dan ada yang di Kebon Baru,” kata dia.

Setelah pengerukan selesai, proses akan dilanjutkan dengan penataan kawasan. Edo menyebut, penataan kawasan itu ditargetkan selesai pada tahun ini.

“Tahun ini harus selesai. Penataannya juga tahun ini harus selesai,” ucap Edo.

Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro menyebut pengerukan sungai Sukalila dilakukan dengan menggunakan satu unit alat berat.

Untuk mengangkut material hasil pengerukan, kata dia, dibutuhkan setidaknya enam unit dump truk agar proses berjalan lancar.

“Agar efisien dibutuhkan enam dump truk. Ini baru ada tiga. Nanti kita minta bantuan dari teman-teman pemkot untuk menyediakan tiga lagi,” kata dia.

“Ini agar hasil pengerukan bisa langsung diangkut oleh dump truk. Karena kalau ditumpuk di sini bau,” sambung dia.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Selain pengerukan, kata Dwi, pihaknya juga akan melakukan perbaikan senderan sungai yang mengalami kerusakan.

“Kita selektif. Artinya, yang masih bagus kita pertahankan, yang rusak baru kita perbaiki. Jadi yang kita perbaiki yang rusak-rusak saja untuk senderannya,” ucap dia.