Jakarta –
Pengentasan masalah sampah di seluruh daerah di tanah air masih menemui jalan terjal. Hal itu karena semua daerah belum bisa melepaskan ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular pada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Agus Rusly mengatakan kesulitan lainnya yakni semua TPA di Indonesia ini mengadopsi sistem open dumping.
“Dari 340 TPA di kita itu semuanya masih open dumping, dan semua daerah memang masih bergantung pada TPA. Dan itu tantangan buat kita untuk mengelola sampah dari rumah,” kata Agus saat ditemui di Cimahi, Sabtu (21/2/2026).
Saat ini, setiap hari lebih dari 140 ribu ton sampah dihasilkan rumah tangga di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 35 ribu ton saja yang sudah bisa dikelola.
“Artinya dari 140 ribu ton sampah itu baru 25 persennya saja yang bisa dikelola, sementara yang lainnya itu masih belum bisa dikelola,” kata Agus.
Di tengah kendala yang dihadapi, Presiden Prabowo Subianto justru mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Targetnya yakni 100 persen sampah terkelola tanpa bergantung pada skema open dumping.
“Sehingga program kita adalah bagaimana mengoptimalisasi fasilitas yang ada. Kemudian yang kedua, mengaktifkan fasilitas yang tidak jalan. Lalu yang ketiga, membangun fasilitas yang belum ada di banyak kota, RW, kabupaten, dan sebagainya,” kata Agus.
Agus mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Cimahi dalam mengentaskan masalah sampah. Saat ini, pemerintah sudah mampu mereduksi timbulan sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA.
“Seperti pak wali tadi sampaikan, minimal 50% sampah dihasilkan rumah itu berupa sampah organik yang kita bisa buat kompos, bisa buat pupuk organik cair, bisa buat biodigester maupun kita bisa buat budidaya maggot. Sehingga daei 250 ton yang dihasilkan, itu sisa 120 sekian ton yang perlu dikendalikan untuk sampah anorganik yang sudah ada ekosistemnya,” ujar Agus.
“Artinya sudah ada bank sampah, sudah ada bank sampah unit dan sebagainya, lalu sudah ada TPS3R, TPST yang dimiliki oleh Kota Cimahi untuk bisa selesai sampahnya tahun depan. 2029, insyaallah seperti itu (zero TPA),” imbuhnya.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
