Sukabumi –
Sebuah senapan angin rakitan jenis PCP (Pre-Charged Pneumatic) kaliber 4,5 milimeter menjadi saksi bisu peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial SH. Bocah yang masih berusia 6 tahun tersebut menjadi korban kelalaian di Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, setelah senjata tersebut diduga meletus tanpa sengaja dan mengenai bagian kepalanya.
Berdasarkan pantauan, senapan angin yang disita pihak kepolisian itu memiliki popor kayu berwarna cokelat tua dengan serat yang kentara. Senjata ini dilengkapi tabung udara bertekanan tinggi berwarna hitam yang terpasang sejajar dengan laras. Di bagian atas badan senjata bertengger teropong bidik (scope), sementara laras panjangnya berakhir pada ujung moncong yang gelap.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Secara visual, senapan ini tergolong senjata bertekanan tinggi yang lazim digunakan untuk berburu atau olahraga menembak, jauh dari spesifikasi senapan angin biasa. Bentuk dan teknisnya menunjukkan daya tembak yang kuat, sehingga berpotensi menimbulkan luka fatal jika tidak dikelola dengan prosedur pengamanan yang ketat.
Kapolsek Kadudampit Ipda Suhendar mengonfirmasi bahwa senapan tersebut merupakan barang bukti utama dalam insiden yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit.
“Senapan angin itu sedang dibersihkan dan diperbaiki oleh ayah sambung korban inisial S (35). Yang bersangkutan tidak mengetahui masih ada peluru di dalam laras, kemudian senjata meletus,” kata Suhendar kepada, Sabtu (7/2/2026).
Saat dentuman terdengar, posisi korban dilaporkan berada tepat di depan laras. Peluru mengenai bagian pelipis dan mengakibatkan luka tembus yang sangat serius. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kadudampit sebelum akhirnya dirujuk ke RS Betha Medika Cisaat guna mendapatkan penanganan medis darurat.
“Hingga saat ini korban masih dirawat di ruang ICU dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri,” ujarnya.
Pihak kepolisian telah menyita senapan tersebut sebagai barang bukti penyelidikan. Sementara itu, ayah tiri korban kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Sukabumi Kota untuk mendalami unsur kelalaian dalam peristiwa ini.
“Kami sudah mengamankan barang bukti dan akan melakukan olah TKP. Perkara ini kami limpahkan ke Satreskrim untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
“Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya senapan angin berdaya tinggi, terutama bila disimpan atau digunakan tanpa prosedur pengamanan yang ketat, terlebih di lingkungan rumah yang terdapat anak-anak,” tutupnya.







