Penampakan Jetski Maut yang Renggut Nyawa WNA Arab Saudi

Posted on

Insiden kecelakaan wahana air yang menewaskan wisatawan asal Arab Saudi, Al Muhanna Hasan Radhi (39), menyisakan duka. Lokasi penyewaan jetski di Pantai Buffalo, Cipatuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi sorotan.

Saat dipantau infoJabar, terlihat sebuah papan nama besar berwarna biru terpampang jelas. Papan tersebut bertuliskan “ASM WATERSPORT JETSKI PALABUHANRATU” dengan latar belakang pohon kelapa dan suasana pantai.

Masuk ke area penyimpanan, suasana tampak lengang. Sejumlah unit jetski terlihat terparkir rapi di bawah bangunan semi permanen beratap seng. Kendaraan air tersebut kini ditutupi terpal pelindung berwarna biru dan abu-abu.

Di salah satu sudut, terlihat puluhan rompi keselamatan (life jacket) berwarna oranye dan merah tergantung di rak besi. Di lokasi inilah kedua korban, Al Muhanna dan Siti Maryam, memulai aktivitas liburan mereka sebelum insiden nahas.

Warga sekitar mengonfirmasi pemandangan lengang di lokasi tersebut. Pasca-insiden maut, aktivitas wisata air di lokasi ini berhenti total.

Jaka, salah seorang warga yang beraktivitas tidak jauh dari lokasi, menuturkan, seluruh unit jetski telah ditarik ke darat dan tidak ada aktivitas penyewaan.

“Enggak ada sepi, semua pada ditarik ke atas,” kata Jaka kepada infoJabar.

Menurut Jaka, kondisi sepi ini tidak seperti biasanya. Operator penyewaan jetski di lokasi tersebut dikenal memiliki jam operasional yang padat dan hampir tidak pernah libur melayani wisatawan.

“Ada (biasanya), enggak pernah libur itu mah,” ujarnya.

Selain kondisi operasional yang tutup, Jaka juga menyoroti minimnya standar keamanan di lokasi tersebut saat beroperasi sehari-hari. Berdasarkan pengamatannya, tidak terlihat adanya tim penyelamat profesional yang siaga di lokasi.

Saat ditanya mengenai keberadaan Balawista atau tim SAR di sekitar wahana, Jaka memberikan jawaban tegas.

“Tidak ada, tidak ada. Tidak ada om, tidak ada,” tegasnya.

Jaka juga meluruskan informasi mengenai keberadaan ambulans saat kejadian kecelakaan kemarin. Menurutnya, ambulans tersebut bukan fasilitas yang disediakan oleh pengelola, melainkan milik rombongan relawan yang kebetulan berada di lokasi.

“Ya mungkin relawan aja itu mah Bang. Biasanya juga enggak ada ambulan, enggak ada,” pungkasnya.

Polisi telah memeriksa pemilik usaha wahana air tersebut. Namun, pemilik yang diketahui berinisial AY tersebut memilih tidak memberikan komentar kepada awak media yang menunggunya usai diperiksa penyidik Sat Polair.

Gambar ilustrasi