Bandung –
Akses jalan di kawasan Batutulis, Kota Bogor yang mengalami longsor segera mendapatkan penanganan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bogor menyiapkan pembangunan jalur baru sebagai pengganti akses lama yang terdampak.
Namun proses penanganan sempat terkendala persoalan administrasi, terutama terkait pembebasan lahan milik warga di sekitar lokasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan terjadi karena pemerintah harus menuntaskan proses pembebasan lahan terlebih dahulu sebelum proyek bisa dijalankan.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Pembangunan jalan Batutulis yang sekarang retak itu kenapa mengalami keterlambatan karena harus ada pembebasan lahan, dan pembebasan lahan sudah dilakukan pemerintah Kota Bogor,” kata Dedi dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Setelah tahapan tersebut selesai, pemerintah provinsi kini telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan jalan baru tersebut.
“Setelah pembebasan lahan, di 2026 ini sudah teralokasikan Rp22,5 miliar untuk pembangunan jalan dan segera kami lelangkan,” ujarnya.
Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan penanganan akses jalan tersebut. Menurutnya, proses administrasi dalam sistem pemerintahan harus dilalui sebelum proyek bisa dilaksanakan.
“Untuk itu mohon maaf atas keterlambatan penanganan karena faktor administrasi yang harus ditempuh dalam sistem pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Agung Wahyudi, menjelaskan bahwa saat ini proyek akses jalan baru masih berada pada tahap finalisasi perencanaan.
“Penanganan akses baru Jalan Batutulis, Kota Bogor, sedang pada tahap finalisasi perencanaan yang merupakan kolaborasi antara Pemkot Bogor dan Pemprov Jabar,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses lelang proyek ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat agar pembangunan bisa segera dimulai.
“Proses lelang direncanakan sebelum Idul Fitri dan proses konstruksi direncanakan setelah Idul Fitri,” kata Agung.







