Bandung Barat –
Kepolisian Resor (Polres) Cimahi berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan tragis yang menimpa seorang anak sekolah dasar berinisial AS (12) di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kediamannya pada Selasa (3/3) sore.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian telah mengamankan tersangka utama yang merupakan kakak tiri korban, yakni pria berinisial MZ (28). Penangkapan dilakukan hanya berselang beberapa jam setelah jenazah korban ditemukan oleh ibunya.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengonfirmasi keberhasilan jajarannya dalam meringkus tersangka yang sempat berupaya melarikan diri. “Kurang dari 1×24 jam, anggota Satreskrim Polres Cimahi dan Polsek Cipatat sudah berhasil mengamankan terduga pelakunya, kakak tiri korban,” kata Niko saat ditemui, Rabu (4/3).
Tersangka MZ diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Kabupaten Cianjur sesaat setelah melakukan aksi kejinya. Selain berupaya kabur, MZ juga membawa telepon seluler milik korban sebagai barang bukti kejahatan. “Diamankan di Cianjur, pelaku ini membawa ponsel milik korban yang juga jadi barang bukti,” kata Niko.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika MZ mendatangi kediaman ibunya pada Selasa siang. Saat itu, korban tengah berada di rumah seorang diri karena orang tuanya sedang bekerja. Tersangka kemudian mendapati korban sedang berada di lantai dua rumah tersebut.
“Dia datang siang, kemudian menanyakan ibunya kemana. Hanya ada korban saja sedang bermain HP di lantai 2. Dia kemudian turun, lalu ke belakang rumah,” kata Niko.
Di area belakang rumah, tersangka menemukan sebilah parang yang kemudian digunakan untuk menyerang korban secara brutal. Akibat serangan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka fatal di bagian leher dan punggung yang menyebabkan hilangnya nyawa.
“Jadi di tubuh korban itu ada luka terbuka di leher akibat dari pelaku menggorok leher korban. Lalu menusuk punggung dan menyayat pergelangan tangannya. Luka itu ada persesuaian dengan hasil autopsi dan pengakuan pelaku,” ujar Niko.
Setelah melancarkan aksinya, MZ sempat kembali ke lokasi kejadian pada sore hari. Ia diduga mencoba mengelabui warga dan keluarga dengan berpura-pura tidak mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut. “Jadi setelah melakukan pembunuhan itu, pelaku sempat datang lagi ke rumah itu seolah-olah dia tidak tahu apa-apa,” kata Niko.
Namun, upaya tersangka untuk bersandiwara gagal setelah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Keterangan warga sekitar memperkuat dugaan keterlibatan MZ karena ia terlihat keluar-masuk rumah korban pada saat kejadian.
“Jadi ada beberapa saksi yang melihat kedatangan pelaku. Kemudian setelah melakukan pengumpulan bahan keterangan disesuaikan dengan hasil penyelidikan, kemudian pelaku diamankan. Dia mengakui perbuatannya,” ujar Niko.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Saat ini, MZ telah ditahan di Mapolres Cimahi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik Satreskrim Polres Cimahi masih mendalami motif utama yang melatarbelakangi tersangka hingga tega menghabisi nyawa adik tirinya sendiri.
“Untuk motifnya masih kami dalami, sekarang masih dalam pemeriksaan mendalam oleh penyidik Satreskrim Polres Cimahi. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan,” ujar Niko.







