Bandung –
Tiga hari menjelang pertandingan leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC, Persib Bandung masih dihadapkan dengan persoalan ketajaman di lini depan.
Laga Persib vs Ratchaburi akan berlangsung di Ratchaburi Stadium, pada Rabu 11 Februari 2026 pukul 19.15 WIB. Ini jadi ujian pertama Maung Bandung untuk tampil lebih jauh di kancah Asia musim ini.
Namun menghadapi Ratchaburi, Persib masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang mesti dievaluasi tim pelatih. PR itu ialah finishing touch atau penyelesaian akhir.
Hal itu memang jadi persoalan yang dihadapi Persib musim ini. Lini depan Maung Bandung belum terlihat tajam. Itu dibuktikan dari hasil 5 laga terakhir, Persib hanya bisa mencetak 6 gol meski memenangkan 4 pertandingan diantaranya.
Enam gol itu dicetak masing-masing oleh Saddil Ramdani (2 gol), Beckham Putra, Berguinho, Andrew Jung dan Thom Haye.
Persoalan itulah yang harus dicari solusinya oleh tim pelatih Persib. Menghadapi Ratchaburi dengan format kandang tandang, menciptakan gol jadi hal krusial yang mesti dilakukan untuk menjaga peluang lolos ke perempat final.
“PR utama Persib itu masih di lini depan, di finishing touch lebih spesifik,” kata pengamat Persib, Indra Jaya, Minggu (8/2/2026).
Indra menuturkan, menghadapi Ratchaburi nanti, pelatih Bojan Hodak diperkirakan tetap akan mengandalkan skema serangan balik yang membutuhkan kekuatan di lini belakang serta depan.
Untuk di belakang, kembali hadirnya Federico Barba diyakini membuat pertahanan Maung Bandung semakin kokoh.
“Adanya Barba saya kira di lini belakang tidak perlu ada kekhawatiran lagi seperti lawan Lion City Sailors ya, yang kecolongan dua gol dengan proses yang sama. Dengan Barba saya rasa pertahanan bisa lebih bagus dan kuat,” ungkapnya.
Namun di lini depan, startegi itu membutuhkan kematangan para penyerang untuk menyelesaikan peluang yang didapat melalui skema serangan balik atau build up terstruktur.
Masalahnya, pemain-pemain depan yang ada saat ini kata Indra belum cukup konsisten dalam menjalankan skema itu seperti yang jadi senjata utama Persib saat menjuarai Liga Indonesia dua musim berturut-turut.
“Tapi yang paling penting harus adanya sosok finisher di depan,” ujarnya.
Dengan hadirnya penyerang baru asal Spanyol, Sergio Castel, masalah itu diharapkan terselesaikan. Apalagi, Persib juga punya Layvin Kurzawa, eks PSG yang dikenal tajam membangun serangan dari sisi kiri.
“Mudah-mudahan itu bisa jadi jawaban ya karena kabarnya (Andrew) Jung dan Ramon (Tanque) masih mengalami cedera. Jadi bisa jadi ujian pertama buat Castel, ajang pembuktian ketajaman Sergio Castel,” ucap Indra.
“Kurzawa juga bisa memberikan efek yang bagus untuk serangan di sisi kiri,” imbuhnya.
