Bandung –
Bekas lokasi longsor yang berada di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat sudah membentuk cekungan. Peneliti Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Unpad, Herlina Agustin, menyampaikan hal tersebut.
Herlina mengatakan, titik pusat longsor yang ada di kawasan Gunung Burangrang akan kembali menjadi hutan beberapa tahun kemudian, asalkan kawasan itu tidak lagi tersentuh aktivitas manusia.
“Itu sudah jadi cekungan yang pasti kawasan itu sudah tidak bisa dijadikan tempat berkebun dan tempat tinggal,” kata Herlina kepada, Selasa (24/2/2026).
Herlina menyebutkan, jika aktivitas manusia tetap berlangsung, yang dikhawatirkan adalah dampak pada kawasan yang lebih rendah dari lokasi longsor.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mutlak harus melakukan penataan ruang agar kawasan itu tetap terjaga dan tetap menjadi kawasan hutan.
Saat ditanya mengenai penanaman pohon secara manual, Herlina mengatakan tidak perlu, karena pada hakikatnya pohon di hutan akan tumbuh sendiri tanpa ditanam oleh manusia.
“Nanti kalau kita diemin, akan tumbuh sendiri. Jadi biarkan saja tumbuh sendiri, tapi dijaga saja kawasannya. Selamatkan orang-orangnya, jangan sampai ada aktivitas lagi di kawasan itu,” ungkapnya.
Menurut Herlina, karena kawasan bekas longsor menimbulkan kawasan terbuka, nantinya akar dari pohon lain akan bermunculan, begitu juga dengan biji pohon. Baik yang tersebar melalui angin maupun melalui satwa seperti burung dan satwa liar lainnya.
“Bakal tumbuh sendiri, di situ kan ada banyak (pohon), itu kan tanahnya kebalik, jadi akan ada akar, ada biji yang masuk ke situ. Selain itu kawasan di sekitarnya juga masih hijau,” ujarnya.
Herlina mengatakan, jika masih ada permukiman maka itu harus segera dipindahkan sebagai mitigasi bencana.
“Kalau ada permukiman. Bekas permukiman nanti akan tumbuh sendiri pohonnya, jangan ganggu dulu, lima tahun bisa kembali. Lima tahun akan jadi hutan, ada risetnya kok, hutan akan kembali tanpa diganggu manusia. Lima tahun jadi,” pungkasnya.







