Pagar kawasan Sport Center Indramayu kini dalam kondisi memprihatinkan. Besi-besi pembatas di fasilitas olahraga tersebut banyak yang raib, menyisakan lubang di hampir seluruh sisi area.
Belum diketahui pasti kapan besi-besi itu mulai hilang, namun diduga kuat pagar tersebut raib digondol pencuri. Pantauan di lokasi pada Selasa (13/1/2026) menunjukkan sebagian besar pagar besi Sport Center Indramayu sudah hilang dari tempatnya. Hanya beberapa batang besi yang masih berdiri, sementara titik lainnya hanya menyisakan lubang menganga alias ompong.
Kerusakan ini dilaporkan sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan. “Parah, sih. Sampai besi di fasilitas umum dicuri juga,” ujar Andri (22), warga Kelurahan Margadadi, Indramayu, usai berolahraga di area Sport Center, Selasa (13/1/2026) sore.
Hilangnya pagar membuat akses masuk menjadi tak terkendali. Pengunjung cukup menunduk untuk melewati sela-sela pagar yang bolong tanpa harus melalui pintu utama. Selain merusak fungsi pengamanan dan estetika, keberadaan rumput liar di sekitar pagar kian memperburuk kesan tidak terawat.
Hal senada disampaikan Rian (22), warga Desa Sukareja, Balongan. Ia menyayangkan kondisi Sport Center yang seharusnya menjadi ruang publik representatif bagi masyarakat Indramayu. Menurutnya, fasilitas olahraga ini semestinya rapi dan nyaman untuk menunjang aktivitas warga.
“Padahal kalau dirawat bersama pasti enak dilihat dan bagus untuk spot foto. Seharusnya ini jadi perhatian Pemkab agar segera direvitalisasi,” kata Rian.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispara) Indramayu Ahmad Syadali menjelaskan revitalisasi kawasan ini sebenarnya sudah masuk perencanaan pemerintah daerah. Pemkab sempat menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar, namun rencana itu dibatalkan setelah dievaluasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Anggaran tersebut akhirnya dialihkan untuk kebutuhan yang dinilai lebih mendesak, seperti perbaikan infrastruktur jalan, sektor kesehatan, serta program prioritas yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Pak Gubernur tentu memiliki pertimbangan lain, apalagi sekarang ada kebijakan efisiensi. Revitalisasi kemudian diarahkan ke program-program strategis yang sifatnya mendasar dan dibutuhkan langsung oleh masyarakat,” ujar Syadali saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Pembatalan revitalisasi Sport Center Indramayu ini tak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku pada 2026. Dana Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Indramayu pada tahun tersebut mengalami pemangkasan.
Situasi ini tidak hanya dialami Indramayu, tetapi juga terjadi di berbagai daerah secara nasional. Pemerintah daerah pun dituntut menyesuaikan kebijakan anggaran dengan memprioritaskan kebutuhan yang dianggap paling krusial.







