Indramayu –
Upaya pencarian terhadap empat anak buah kapal (ABK) KM Almujib yang hilang usai kecelakaan laut di perairan Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, resmi dihentikan.
Kasat Polairud Polres Indramayu AKP Asep Suryana mengatakan operasi SAR tersebut ditutup pada Sabtu (7/3/2026) setelah berlangsung selama tujuh hari.
Operasi pencarian itu dimulai sejak Minggu (1/3/2026) dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur di lapangan.
Selama tujuh hari penyisiran, petugas belum berhasil menemukan keberadaan empat ABK KM Almujib yang dilaporkan hilang akibat insiden tabrakan kapal di wilayah perairan tersebut.
“Setelah operasi pencarian ditutup, kami langsung melaksanakan mediasi dengan perwakilan keluarga keempat ABK KM Almujib,” kata Asep Suryana saat dihubungi, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, pertemuan dengan keluarga korban dilakukan untuk menyampaikan perkembangan hasil pencarian yang telah dilakukan secara maksimal selama sepekan terakhir.
Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga meminta pengertian dari keluarga terkait keputusan penghentian operasi yang belum berhasil menemukan para korban.
Meski demikian, Asep menegaskan bahwa pemantauan tetap dilakukan oleh pihak-pihak terkait apabila ada informasi baru mengenai keberadaan korban di kemudian hari.
“Jika ada informasi korban ditemukan nelayan di tempat lain, maka seluruh personel SAR akan tetap membantu untuk mengevakuasi ke daratan, dan Alhamdhlikkh keluarga korban memahaminya,” ujar Asep Suryana.
Diketahui sebelumnya, KM Almujib diduga mengalami tabrakan dengan kapal tongkang di perairan sekitar Pulau Rakit atau Pulau Biawak pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan dua ABK meninggal dunia, empat lainnya dinyatakan hilang, sementara dua orang berhasil diselamatkan.
Selain melakukan pencarian terhadap korban hilang, kepolisian juga masih mendalami dugaan keterlibatan kapal tongkang dalam kecelakaan maut tersebut.
“Kami juga turut menyelidiki kapal tongkang yang diduga menabrak KM Almujib, dan barang bukti bangkai kapal telah ditemukan mengapung di sekitar lokasi kejadian,” kata Asep Suryana.
Video Nelayan Pangkep Ditemukan Tewas Usai Heboh Perahunya Berlayar Sendiri“







