Nuzulul Quran 2026 Tanggal Berapa? Ini Waktu dan Amalannya yang Bisa Dilakukan

Posted on

Bandung

Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati setiap bulan Ramadan. Momen ini menandai turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Oleh karena itu, peringatan Nuzulul Quran selalu dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat iman, meningkatkan ibadah, serta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an, turunnya kitab suci tersebut dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang benar dan yang batil.

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS Al-Baqarah: 185)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Ramadan memiliki kedudukan istimewa karena menjadi waktu pertama kali Al-Qur’an diturunkan. Tidak heran jika umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia, memperingati Nuzulul Quran dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, tadarus Al-Qur’an, hingga doa bersama.

Apa Itu Nuzulul Quran?

Secara bahasa, istilah Nuzulul Quran berarti turunnya Al-Qur’an. Dalam buku Permata Al-Qur’an karya Prof. Dr. H. Muhammad dijelaskan bahwa istilah ini memiliki dua makna yang saling berkaitan.

Pertama berasal dari kata nazzala-yunazzilu yang berarti menurunkan secara berangsur-angsur. Makna ini merujuk pada proses turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Makna kedua berasal dari kata anzala-yunzilu yang berarti menurunkan secara langsung. Dalam pengertian ini, Al-Qur’an diyakini diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam Lailatulqadar sebelum kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Kedua makna tersebut menjadi dasar pemahaman para ulama dalam menjelaskan proses turunnya Al-Qur’an yang berlangsung secara bertahap namun memiliki satu momentum awal yang sangat istimewa.

Perbedaan Pendapat tentang Waktu Nuzulul Quran

Para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai kapan tepatnya peristiwa Nuzulul Quran terjadi. Perbedaan ini tidak menjadi persoalan besar karena keduanya memiliki dasar dalil yang kuat.

1. Nuzulul Quran Terjadi pada 17 Ramadan

Pendapat pertama menyebutkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Pandangan ini merujuk pada turunnya wahyu pertama, yakni Surah Al-‘Alaq ayat 1-5, kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau berada di Gua Hira.

Turunnya Al-Qur’an secara bertahap juga ditegaskan dalam Surah Al-Isra ayat 106:

“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar engkau membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS Al-Isra: 106)

Berdasarkan pandangan ini, mayoritas umat Islam di Indonesia memperingati malam Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadan setiap tahunnya.

2. Terjadi pada 10 Malam Terakhir Ramadan

Pendapat lain menyatakan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada malam Lailatulqadar, yang berada di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Dasarnya adalah firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam kemuliaan tersebut.

Malam Lailatulqadar sendiri disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Karena berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, sebagian ulama berpendapat bahwa peristiwa turunnya Al-Qur’an terjadi pada rentang waktu tersebut.

Nuzulul Quran 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Berdasarkan Kalender Islam Global 2026 dan hasil sidang isbat pemerintah pada 17 Februari 2026, 1 Ramadan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan perhitungan tersebut, 17 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 7 Maret 2026. Tanggal ini menjadi acuan utama bagi mayoritas umat Islam di Indonesia untuk memperingati malam Nuzulul Quran.

Biasanya, peringatan malam Nuzulul Quran sudah dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026, setelah waktu Magrib.

Sementara itu, organisasi Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan perhitungan tersebut, 17 Ramadan 1447 H versi Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026, sehingga malam peringatannya berlangsung pada Kamis malam, 5 Maret 2026.

Perbedaan satu hari ini terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda antara rukyat dan hisab. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengurangi makna spiritual dari peringatan Nuzulul Quran.

Wisatawan membaca ukiran ayat-ayat Al Quran yang dipajang di Al Quran Al Akbar, Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (25/2/2026). Al Quran raksasa yang diukir di atas kayu trembesi berukuran 1,77x1,4 meter per lembar dan disusun rapi dengan ketinggian 15 meter tersebut menjadi destinasi wisata religi di Kota Palembang. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YUWisatawan membaca ukiran ayat-ayat Al Quran yang dipajang di Al Quran Al Akbar, Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (25/2/2026). Al Quran raksasa yang diukir di atas kayu trembesi berukuran 1,77×1,4 meter per lembar dan disusun rapi dengan ketinggian 15 meter tersebut menjadi destinasi wisata religi di Kota Palembang. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU Foto: ANTARA FOTO/Angga Palguna

Makna dan Keutamaan Nuzulul Quran

Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan historis tentang turunnya Al-Qur’an. Momen ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada kitab suci yang menjadi pedoman hidup.

Ramadan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an karena pada bulan inilah wahyu pertama diturunkan. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami, serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peringatan Nuzulul Quran juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri serta meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran

Ada sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam ketika memperingati malam Nuzulul Quran.

1. Membaca Al-Qur’an

Salah satu amalan utama pada malam Nuzulul Quran adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an. Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR Tirmidzi)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki pahala yang besar, terlebih jika dilakukan pada bulan Ramadan.

2. Melaksanakan I’tikaf

I’tikaf merupakan amalan sunnah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Pada malam Nuzulul Quran, i’tikaf menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena dapat membantu meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Niat i’tikaf:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an a’takifa fi hadzal masjidi lillahi ta’ala

Artinya: Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.

3. Melaksanakan Sholat Malam

Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah melaksanakan sholat malam seperti sholat tahajud, sholat taubat, dan sholat hajat.

Sholat malam memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • Menjadi ibadah sunnah paling utama setelah sholat wajib

  • Menjadi ciri orang-orang saleh

  • Mendapatkan keutamaan seperti sedekah yang dilakukan secara rahasia

  • Menjadi waktu mustajab untuk memanjatkan doa

4. Memperbanyak Doa

Berdoa juga menjadi amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Doa merupakan cara seorang hamba berkomunikasi langsung dengan Allah SWT serta memohon kebaikan dan ampunan-Nya.

Salah satu doa yang dapat dibaca pada malam Nuzulul Quran yaitu:

اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوبَنَا بِتِلاوَةِ الْقُرْآنِ…

Artinya:

“Ya Allah, sinari hati kami dengan membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an, perindah amal kami dengan dzikir Al-Qur’an, selamatkan kami dari api neraka dengan kemuliaan Al-Qur’an, dan masukkan kami ke surga dengan syafaat Al-Qur’an.”

5. Berdzikir

Menghidupkan malam Nuzulul Quran juga dapat dilakukan dengan memperbanyak dzikir. Dzikir merupakan cara untuk mengingat Allah SWT sekaligus membersihkan hati dari berbagai penyakit batin.

Dengan berdzikir, seseorang dapat merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidupnya.

6. Bersedekah

Amalan lain yang dianjurkan adalah bersedekah. Sedekah dapat dilakukan dengan memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan atau menyumbang untuk kegiatan sosial dan keagamaan.

Misalnya, memberikan makanan kepada jamaah yang sedang i’tikaf di masjid atau membantu panti asuhan.

Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran memiliki sejumlah keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam.

  • Malam yang lebih baik dari seribu bulan

    Malam kemuliaan ini memiliki nilai ibadah yang luar biasa, bahkan lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.

  • Malam diturunkannya Al-Qur’an

    Pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.

  • Malam penuh kemuliaan

    Pada malam tersebut malaikat turun ke bumi untuk menjalankan berbagai urusan atas izin Allah SWT.

  • Malam penuh keselamatan

    Malam ini disebut sebagai malam yang penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.

  • Malam ditetapkannya berbagai urusan kehidupan

    Dalam Surah Ad-Dukhan dijelaskan bahwa pada malam tersebut Allah menetapkan berbagai ketentuan kehidupan manusia.

  • Malam salam para malaikat kepada ahli ibadah

    Para malaikat memberi salam kepada orang-orang yang beribadah di masjid hingga fajar menyingsing.

Jika merujuk pada penetapan pemerintah, Nuzulul Quran 2026 diperingati pada Sabtu, 7 Maret 2026, yang dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026. Sementara menurut Muhammadiyah, peringatannya berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 dengan malam sebelumnya yaitu Kamis malam, 5 Maret 2026.

Terlepas dari perbedaan tanggal tersebut, esensi Nuzulul Quran tetap sama, yaitu mengenang turunnya wahyu pertama sekaligus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ramadan menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk semakin dekat dengan kitab suci serta memperbanyak amal ibadah.

Halaman 2 dari 2