Ngabuburit Seru Sambil Belajar Sejarah di Gedung Linggarjati Kuningan

Posted on

Kuningan

Ada banyak cara untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit selama bulan Ramadan. Selain berjalan-jalan di pusat keramaian atau berburu takjil, sebagian orang memilih mengunjungi tempat bersejarah. Di Kabupaten Kuningan, salah satu destinasi yang bisa menjadi pilihan adalah Gedung Perundingan Linggarjati.

Sore itu, sejumlah pengunjung terlihat lalu-lalang di area dalam gedung yang kini difungsikan sebagai museum. Mereka berjalan perlahan, mengamati satu per satu benda bersejarah yang dipajang di setiap ruangan. Gedung ini menyimpan berbagai koleksi penting yang berkaitan dengan peristiwa diplomasi antara Indonesia dan Belanda pada 1946.

Di bagian depan museum, pengunjung akan disambut miniatur Gedung Perundingan Linggarjati yang menggambarkan bentuk bangunan saat digunakan sebagai lokasi perundingan. Memasuki ruangan utama, terlihat deretan meja dan kursi kayu orisinal yang dahulu digunakan para delegasi dalam perundingan.

Pada dinding ruangan, terpajang berbagai foto dokumentasi yang merekam momen penting perundingan tersebut. Selain menampilkan suasana jalannya perundingan, terdapat pula foto para tokoh yang terlibat, di antaranya Sutan Sjahrir, Amir Sjarifuddin, Lord Killearn, hingga Soekarno.

Gedung LinggarjatiGedung Linggarjati Foto: Fahmi Labibinajib/

Di ruangan lain, pengunjung juga dapat melihat kamar-kamar yang dahulu digunakan sebagai tempat beristirahat para peserta perundingan selama berlangsungnya proses diplomasi.

Selain mempelajari sejarah secara langsung, pengunjung juga bisa menikmati suasana alam yang sejuk. Area taman yang luas dengan hamparan rumput hijau menjadi tempat favorit untuk bersantai. Dari halaman gedung, pengunjung dapat melihat pemandangan Gunung Ciremai yang menjulang di kejauhan.

Salah satu pengunjung, Kevin (15), tampak duduk bersama teman-temannya di teras gedung yang menghadap langsung ke taman. Menurutnya, tempat tersebut cocok dijadikan lokasi ngabuburit sambil belajar sejarah.

“Cocok kalau buat tempat ngabuburit sambil lihat benda-benda bersejarah. Sudah tiga ke sini. Di sini tempatnya luas, suasana juga enak,” tutur Kevin belum lama ini.

Hal serupa disampaikan pengunjung lain, Satria (15). Ia mengatakan datang bersama teman-temannya dari kawasan Kuningan Kota untuk menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa.

Menurutnya, selain memiliki banyak koleksi bersejarah, lokasi gedung yang berada di kaki Gunung Ciremai membuat suasana di sekitar museum terasa sejuk dan nyaman.

“Asalnya dari Kuningan Kota. Ke sini bareng sama temen-temen. Tempatnya adem luas juga. Cocok kalau buat ngabuburit sama temen-temen mah,” tutur Satria.

Gedung LinggarjatiGedung Linggarjati Foto: Fahmi Labibinajib/

Sementara itu, pengelola Gedung Perundingan Linggarjati, Ohim, mengatakan selama bulan Ramadan jam operasional museum sedikit diperpanjang agar pengunjung dapat memanfaatkannya sebagai tempat ngabuburit.

“Untuk bulan Ramadan buka dari pukul 07.00 WIB sampai tutupnya bisa lebih dari jam 16.00 WIB paling lambat pukul 17.30 WIB jadi bisa buat tempat ngabuburit juga. Untuk tiket masuknya untuk pelajar cuman Rp 5.000,” kata Ohim.

Bagi masyarakat yang ingin menunggu waktu berbuka puasa sambil belajar sejarah dan menikmati udara pegunungan yang sejuk, Gedung Perundingan Linggarjati yang berada di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan bisa menjadi salah satu pilihan destinasi.