Ciamis –
Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit biasanya diisi dengan berjalan-jalan atau berburu takjil. Namun di Kabupaten Ciamis, ada cara lain yang tak kalah menarik untuk menghabiskan waktu menjelang azan magrib, yakni membaca buku lewat layanan perpustakaan keliling.
Suasana berbeda terlihat di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Sebuah mobil perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis berhenti di halaman pesantren. Tak lama kemudian, para santri, pelajar, hingga masyarakat sekitar mulai berdatangan.
Mereka antusias menjajal berbagai koleksi buku dalam program literasi bertajuk Ngabaca (Ngabuburit Bari Maca). Kehadiran mobil ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-72 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke-71 di pesantren tersebut.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Deretan buku yang tersusun rapi di rak mobil langsung memikat perhatian. Mulai dari buku pengetahuan umum, cerita anak, hingga buku motivasi tersedia di sana. Beberapa santri terlihat asyik duduk di bangku yang tersedia sambil membolak-balik halaman buku pilihan mereka. Selain membaca, sejumlah anak juga tampak asyik menggambar dan mewarnai di meja perpustakaan keliling.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Ciamis Okta Jabal Nugraha mengatakan, kegiatan Ngabaca merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, bulan Ramadan bisa menjadi momentum yang tepat untuk mengisi waktu menunggu berbuka dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Melalui kegiatan Ngabaca ini kami ingin mengajak masyarakat, terutama pelajar dan santri, memanfaatkan waktu ngabuburit dengan membaca. Kebiasaan membaca penting untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, sekaligus membangun karakter generasi muda,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu strategi untuk mendekatkan akses membaca kepada masyarakat di berbagai wilayah. Dengan cara itu, masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke gedung perpustakaan untuk menikmati buku.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Indra Mulyana. Ia menjelaskan, perpustakaan keliling memungkinkan berbagai koleksi bacaan dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.
“Kami berupaya agar layanan perpustakaan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren dan komunitas pelajar. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan minat baca dan memperkuat budaya literasi di Ciamis,” katanya.
Kegiatan Ngabaca pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain membaca, mereka juga memanfaatkan berbagai koleksi buku yang tersedia untuk menambah pengetahuan sambil menunggu waktu berbuka.







